Georgi Asparuhov Rangelov, atau yang akrab disapa Gundi, adalah salah satu pesepakbola terbesar yang pernah dimiliki Bulgaria. Pria kelahiran 4 Mei 1943 ini dikenal sebagai striker haus gol dengan kemampuan finishing, teknik, dan sundulan yang luar biasa. Namanya bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik Bulgaria sepanjang abad ke-20 dan menempati peringkat ke-40 pemain terbaik Eropa versi IFFHS, setara dengan legenda Italia Paolo Rossi. Pada 1965, ia juga masuk nominasi Ballon d'Or dan finis di posisi kedelapan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Karier profesional Gundi dimulai di Levski Sofia pada akhir musim 1959-1960 saat usianya masih 17 tahun. Debutnya terjadi pada 5 Juni 1960 dalam kekalahan 1-0 dari Lokomotiv Sofia, di mana ia masuk sebagai pemain pengganti. Gol pertamanya baru tercipta beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 28 September 1960, saat ia mencetak satu gol dalam hasil imbang 1-1 melawan Botev Plovdiv. Bakatnya yang mulai bersinar membuatnya pindah ke Botev Plovdiv pada Januari 1962 dan langsung memenangkan Piala Bulgaria beberapa bulan kemudian.
Nama Gundi mulai dikenal di kancah Eropa setelah penampilan apiknya di ajang Piala Winners Eropa 1962-1963. Ia mencetak dua gol saat melawan Steaua Bucuresti di leg pertama, lalu mencetak hat-trick di leg kedua yang dimenangkan Botev 5-1. Ia juga mencetak gol melawan Shamrock Rovers dan menjadi top skor turnamen tersebut dengan enam gol. Prestasi ini menarik perhatian klub-klub besar Eropa, termasuk Benfica yang saat itu diperkuat Eusebio.
Pada Oktober 1963, Asparuhov kembali ke Levski Sofia dan menjadi bagian dari era keemasan klub tersebut. Selama membela Levski, ia memenangkan tiga gelar Liga Bulgaria dan tiga Piala Bulgaria. Musim 1964-1965 menjadi puncak kariernya ketika ia menjadi top skor liga dengan 27 gol dari 29 pertandingan sekaligus meraih gelar Pemain Terbaik Bulgaria dan Atlet Terbaik Bulgaria. Secara keseluruhan, ia mencetak 153 gol untuk Levski dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub.
Kisah tentang ketertarikan AC Milan terhadap Gundi pada 1967 menjadi legenda tersendiri di sepakbola Bulgaria. Dikisahkan bahwa pelatih Nereo Rocco menginginkan jasanya, namun Gundi menolak dengan jawaban ikonik. Ia berkata, "Katakan pada mereka bahwa ada negara bernama Bulgaria. Di negara itu ada tim bernama Levski, mereka mungkin belum pernah mendengarnya. Tapi saya lahir di tim ini dan saya akan mati di sana." Meski kisah ini populer, ada catatan historis bahwa pada masa itu federasi sepakbola Italia melarang perekrutan pemain asing dan aturan baru baru berlaku pada 1980.
Di level internasional, Asparuhov memulai debutnya untuk timnas Bulgaria pada 6 Mei 1962 melawan Austria. Ia langsung masuk skuat Piala Dunia 1962 di Chile dan tampil perdana di turnamen tersebut melawan Hungaria. Gol pertamanya untuk timnas tercipta pada November 1962 saat mencetak dua gol ke gawang Portugal dalam kualifikasi Piala Eropa 1964. Ia juga menjadi top skor kualifikasi Piala Dunia 1966 dengan lima gol dan mencetak satu gol di putaran final melawan Hungaria di Old Trafford.
Asparuhov juga menjadi bagian dari skuat Bulgaria di Piala Dunia 1970 di Meksiko. Namun, menurut istrinya Velichka Markova, ia sebenarnya sedang cedera dan tidak seharusnya bermain. Pihak partai dan negara memaksanya tetap bergabung sebagai penyemangat rekan-rekannya dengan janji tidak akan diturunkan, namun janji itu dilanggar. Ia tetap tampil dalam tiga pertandingan meskipun tidak mencetak gol, dan kondisi cederanya disebut-sebut memperburuk keadaan.
Tragedi menimpa sepakbola Bulgaria pada 30 Juni 1971 ketika Georgi Asparuhov meninggal dunia dalam kecelakaan mobil bersama rekannya Nikola Kotkov. Usianya baru 28 tahun ketika nyawanya melayang. Kepergiannya yang mendadak mengguncang seluruh negeri. Lebih dari 550.000 orang berkumpul di Sofia untuk memberikan penghormatan terakhir pada pemakamannya, sebuah angka yang menunjukkan betapa dicintainya sosok Gundi oleh rakyat Bulgaria.
Warisan Asparuhov tetap hidup hingga kini. Stadion Levski Sofia diubah namanya menjadi Georgi Asparuhov Stadium untuk menghormati jasa-jasanya. Sebuah jalan di kawasan Hristo Smirnenski, Sofia, juga dinamai Gundi. Pada 1999, ia secara anumerta dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulgaria Abad ke-20. Pada 2014, Presiden Bulgaria Rosen Plevneliev menganugerahinya Order of Stara Planina, gelar kehormatan tertinggi negara. Bahkan pada Oktober 2023, sebuah patung setinggi manusia diresmikan di Taman Geo Milev, Sofia.
Kisah hidup Asparuhov juga diangkat ke layar lebar. Pada 9 Oktober 2024, film biografi berjudul Gundi: Legend of Love ditayangkan perdana, menceritakan perjalanan hidup dan cinta dari legenda sepakbola Bulgaria ini. Film ini menjadi bukti bahwa nama Georgi Asparuhov tidak akan pernah pudar dari ingatan para pecinta sepakbola di Bulgaria dan dunia. Baginya, Levski Sofia bukan sekadar klub, melainkan rumah, keluarga, dan segalanya.