Sebagaimana diwartakan oleh RRI, kepedulian dan semangat saling tolong-menolong menjadi bagian penting dalam membantu saudara yang mengalami musibah dan bencana. Hal tersebut diungkapkan oleh Content Writer Lazis Nurul Falah Surabaya, Akbar Trio Mashuri, dalam dialog interaktif bersama FOZ Jatim dengan topik kepedulian terhadap korban bencana.
Menurut Akbar, manusia pada dasarnya tidak dapat hidup sendiri karena selalu membutuhkan bantuan orang lain sejak lahir hingga akhir hayat. Pertolongan tersebut bahkan tidak selalu harus diberikan dalam bentuk materi mewah, melainkan dapat dimulai dari hal-hal sederhana termasuk doa.
Berdasarkan penjelasan narasumber, ajaran Islam mendorong umatnya untuk senantiasa membantu dalam kebaikan dan berlomba-lomba melakukan amal kebajikan. Kepedulian terhadap sesama yang tertimpa musibah tidak boleh hanya berhenti pada rasa prihatin, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan media, terdapat tiga bentuk utama pertolongan yang dapat disalurkan oleh masyarakat luas, yakni melalui doa, tenaga, serta bantuan finansial maupun barang. Bentuk dukungan ini sangat dibutuhkan terutama oleh masyarakat yang terdampak musibah besar seperti bencana gempa bumi.
Dalam situasi tanggap darurat, jenis bantuan yang diperlukan sangat beragam mulai dari makanan, tempat tinggal, hingga obat-obatan dan air bersih. Kebutuhan khusus yang sering kali luput dari perhatian publik meliputi perlengkapan bayi serta sanitasi khusus perempuan.
Lazis Nurul Falah Surabaya sendiri turut menggandeng berbagai lembaga melalui Forum Zakat guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Program khusus juga diarahkan pada pemulihan sarana pendidikan serta penyediaan Alquran bagi para santri yang terdampak bencana.
Masyarakat diimbau agar lebih selektif dan tidak sembarangan mengirimkan pakaian layak pakai yang sudah rusak ke lokasi bencana. Setiap barang bantuan harus dipastikan kondisinya masih bagus serta benar-benar menjadi prioritas kebutuhan warga di posko pengungsian.
Selain itu, publik diingatkan agar waspada dan teliti saat menyalurkan donasi melalui penggalangan dana di media sosial. Pengecekan legalitas lembaga resmi sangat penting agar dana amanah dari donatur dapat tersalurkan secara transparan dan akuntabel.
Melalui semangat empati yang tinggi, masyarakat diharapkan tidak bersikap apatis terhadap penderitaan sesama manusia. Kesempatan untuk menebar kebaikan sekecil apa pun harus segera dimanfaatkan demi meringankan beban korban bencana.