Sebagaimana diwartakan oleh media TN, para petani dan produsen di kawasan pedesaan Argentina tengah menghadapi krisis serius akibat curah hujan tinggi yang dipicu oleh fenomena El Nino. Luapan air merendam ribuan hektar lahan pertanian di sejumlah provinsi, termasuk Santa Fe, Corrientes, dan Entre Ríos, yang melumpuhkan aktivitas warga sehari-hari.
Dalam wawancara dengan media setempat, Manuel Buyatti, seorang petani asal localidad Cañada Ombú di Santa Fe, mengungkapkan penderitaan warga yang wilayahnya telah terendam banjir sejak bulan Desember lalu. Buyatti menuturkan bahwa untuk mencapai jalan raya utama, warga terpaksa harus menggunakan kuda, kano, atau traktor sejauh 20 kilometer akibat akses jalan yang terputus total.
"Sejak Desember saya sudah berjuang menghadapi caiman di area ini. Semuanya terendam banjir dan situasinya sangat mengkhawatirkan. Kami sudah terbiasa dengan kondisi ini, tetapi para politisi hanya sibuk mengadakan rapat tanpa ada tindakan nyata," keluh Buyatti menggambarkan situasi di wilayah dataran rendah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBuyatti juga mengecam para pejabat dari berbagai tingkat pemerintahan yang dinilai lamban merespons krisis, sementara daerah tetangga seperti Santiago del Estero dan Chaco telah membersihkan saluran air yang justru melimpahkan air ke wilayah mereka. Ia mendesak Gubernur Santa Fe, Maximiliano Pullaro, untuk segera mengerahkan alat berat guna mempercepat drainase Canal del Inglés sebelum kondisi cuaca memburuk.
Mengutip laporan yang sama, para petani mendesak pemerintah agar segera bergerak cepat memanfaatkan perkiraan cuaca cerah dalam beberapa hari ke depan guna mencegah bencana yang lebih besar. Kerugian finansial akibat rusaknya infrastruktur logistik pertanian ini dilaporkan telah mencapai angka jutaan dolar.