Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengambil langkah strategis untuk menjaga kelestarian perairan sekaligus memperkuat sektor peternakan daerah. Sebagaimana diwartakan, sebanyak 15.000 benih ikan jenis nilem dan tawes resmi ditebar di dua lokasi berbeda, yakni Waduk Lalung dan Waduk Jlantah di Kecamatan Jatiyoso.
Berdasarkan laporan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karanganyar, kegiatan penebaran benih ikan ini terbagi rata masing-masing sebanyak 7.500 ekor ikan nilem dan tawes. Agenda tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah.
Selain fokus pada sektor perairan, hari yang sama juga dimanfaatkan untuk memperkuat sektor peternakan melalui pembinaan intensif kepada puluhan petugas inseminasi buatan. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karanganyar Feriana Dwi Kurniawati menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan pengisian ulang straw dan nitrogen cair untuk menjamin kualitas layanan reproduksi hewan ternak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Semua petugas inseminasi buatan, baik dari swasta maupun pemerintah daerah, mengambil pasokan straw secara terpusat di sini," ungkap Feriana sebagaimana dikutip dari laporan media.
Feriana menambahkan, pasokan bahan inseminasi tersebut didatangkan langsung dari balai besar terkemuka seperti Lembang dan Singosari guna memastikan kualitas yang unggul serta menghindari peredaran produk ilegal di tingkat lapangan.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto memberikan penekanan khusus terkait pentingnya kedekatan emosional antara peternak dan hewan peliharaan mereka. Menurutnya, faktor kecocokan tersebut menjadi kunci utama agar produktivitas peternakan warga dapat terus berkembang pesat.
"Beternak itu kuncinya dua, yaitu chemistry antara peternak dan ternaknya," ujar Rober memberikan motivasi.
Melalui kombinasi penguatan sektor perikanan darat dan optimalisasi pelayanan peternakan ini, pemerintah daerah berharap geliat ekonomi kerakyatan di berbagai pasar hewan dan wilayah sekitar dapat semakin terdorong maju.