Persidangan kasus kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona mendadak diwarnai skandal besar. Berdasarkan laporan media internasional, terungkap fakta mengejutkan bahwa rekam medis yang selama ini diandalkan sebagai bukti adanya kerusakan ginjal kronis ternyata milik sang ayah, Don Diego.
Polemik ini bermula ketika tim kuasa hukum Nancy Forlini yang merupakan koordinator Swiss Medical membeberkan hasil uji laboratorium tingkat creatinina plasmática dalam sidang di pengadilan San Isidro. Data tersebut menunjukkan angka tinggi yang mencapai 80 persen di atas rata-rata orang dewasa normal.
Dalam keterangannya, nefrolog Hernán Trimarchi menjelaskan bahwa dirinya menganalisis dokumen tersebut tanpa menyadari adanya kekeliruan identitas. Ia mengaku hanya berfokus pada nama pasien yang tertera tanpa mencermati nomor identitas atau nomor anggota asuransi kesehatan yang terlampir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, kejanggalan semakin mencuat karena pada rentang waktu antara tahun 2011 hingga 2015 tersebut sang bintang bola sejatinya sedang tinggal di luar negeri untuk melatih beberapa klub di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, pemeriksaan laboratorium dalam jumlah besar tersebut justru identik dengan jadwal perawatan mendiang ayah Maradona di Sanatorio De Los Arcos.
Menanggapi temuan tersebut, jaksa penuntut umum Patricio Ferrari langsung mengambil tindakan tegas dengan meminta penggeledahan serta penyitaan seluruh dokumen terkait dari pihak rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan Swiss Medical. Majelis hakim Pengadilan Tribunal Oral en Criminal 7 San Isidro pun langsung mengabulkan permohonan tersebut.
Di sisi lain, pengacara pembela menyebut insiden tertukarnya dokumen medis tersebut murni sebagai kekeliruan yang tidak disengaja dalam proses administrasi. Meskipun memicu kehebohan hukum baru, pihak pengadilan menegaskan bahwa persidangan akan tetap dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.