Badai dahsyat menerjang timur laut Wisconsin pada Senin lalu. Sebuah tornado langka berkekuatan EF3 merusak jalur sepanjang 12 mil di wilayah barat Appleton dan Menasha sebelum akhirnya melemah di atas Danau Winnebago. Fenomena ini berlangsung selama 26 menit dan menimbulkan kerusakan parah di sejumlah pemukiman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →National Weather Service AS mengonfirmasi tornado tersebut merupakan yang keempat kalinya dengan kekuatan EF3 menghantam Wisconsin sepanjang tahun 2026. Menurut catatan, intensitas tornado di kawasan timur laut Wisconsin tergolong langka dan tahun ini mencatat rekor tertinggi sejak 1984.
Meski puluhan rumah hancur dan pohon-pohon tumbang, korban luka-luka dilaporkan hanya sedikit. Kondisi ini dinilai beruntung karena tornado terjadi pada siang hari saat sebagian besar warga sedang beraktivitas di luar rumah, sehingga mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.
Fenomena aneh lainnya juga muncul di Danau Winnebago, yakni gelombang tsunami kecil atau meteotsunami. Berbeda dengan ombak biasa, meteotsunami dipicu oleh perubahan tekanan udara mendadak yang biasanya terkait dengan badai petir parah. Gelombang ini memiliki panjang gelombang lebih besar dan dapat bertahan hingga hitungan jam.
Akibat fenomena tersebut, permukaan air Danau Winnebago sempat turun sekitar 60 sentimeter sebelum naik kembali secara tiba-tiba. Para ilmuwan memperingatkan bahwa peristiwa ini langka namun bisa terjadi bersamaan dengan badai besar di kawasan danau.
Sementara itu di Samudra Pasifik, dua siklon tropis dahsyat menguat dalam sepekan terakhir. Badai Genevieve meningkat menjadi kategori 5 di Pasifik timur pada Senin lalu, sedangkan Topan Dolphin berkembang menjadi super topan pada Kamis pekan lalu.
Genevieve kini bergerak ke barat laut dan mulai melemah, dengan prediksi tidak akan mendarat sebagai sistem tropis. Sementara Dolphin diperkirakan berbelok ke arah barat pada akhir pekan dan berpotensi menghantam wilayah antara Jepang selatan dan Taiwan.
Di sisi lain, Eropa masih dilanda gelombang panas berkepanjangan tanpa tanda-tanda mereda dalam sepekan ke depan. Suhu ekstrem diprediksi bergeser ke wilayah timur pada akhir pekan, dengan Austria, Hongaria, serta Bosnia dan Herzegovina berpotensi mencapai 40 derajat Celsius, lebih dari 10 derajat di atas rata-rata klimatologis.
Para ahli meteorologi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Mereka juga menyarankan pemerintah setempat menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.