Arab Saudi dikabarkan menjual jutaan barel minyak secara spot kepada sejumlah pelanggan di Asia. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya produksi minyak dari kawasan Teluk Persia yang membuat harga minyak mentah wilayah itu ikut tertekan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para pedagang yang mengetahui transaksi tersebut, perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, telah menjual setidaknya 6 juta barel minyak mentah. Kargo minyak itu dikirimkan kepada pelanggan di Korea Selatan, Jepang, dan China menggunakan tiga supertanker.
Para sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan karena transaksi ini tidak dipublikasikan menjelaskan bahwa penjualan spot semacam ini sangat tidak biasa. Sebab, selama ini Aramco lebih sering menjual minyak mentah melalui kontrak jangka panjang dengan harga resmi yang ditetapkan setiap bulan.
Di sisi lain, produsen minyak di seluruh Timur Tengah memang sedang gencar meningkatkan produksi. Kondisi itu membuat harga minyak mentah asal wilayah tersebut anjlok dalam beberapa waktu terakhir. Arab Saudi sendiri tercatat telah mulai memuat kembali minyak di Ras Tanura, yang merupakan fasilitas ekspor utama mereka di Teluk Persia.
Situasi ini menunjukkan adanya perubahan strategi dari raksasa minyak dunia di tengah dinamika pasar energi global. Pelaku pasar pun kini mencermati apakah langkah ini akan diikuti oleh produsen Teluk lainnya atau hanya sekadar taktik jangka pendek untuk merespons kelebihan pasokan.