Arab Saudi mengambil langkah tegas dengan menggelar pembahasan bersama perwakilan militer dari 43 negara. Langkah strategis ini dilakukan untuk membentuk aliansi multinasional yang bertugas melindungi navigasi pelayaran internasional sekaligus melawan blokade yang diterapkan oleh kelompok Houthi sejak sepekan lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pertemuan tersebut, pihak Kerajaan Arab Saudi mengusulkan diri untuk memimpin koalisi internasional ini. Aliansi tersebut nantinya akan fokus mengatasi berbagai ancaman keamanan di kawasan strategis Laut Merah, pintu masuk selatannya di Selat Bab al-Mandab, serta perairan Teluk Aden.
Sejauh ini, sebanyak 13 negara telah menyatakan dukungannya secara resmi terhadap inisiatif pembentukan koalisi pertahanan ini. Negara-negara tersebut meliputi Kuwait, Bahrain, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Yaman, Bangladesh, Nigeria, Sudan, Jibuti, hingga Somalia.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi melalui pernyataan resminya menjelaskan bahwa piagam aliansi beserta struktur organisasi dan prosedur operasional masih dalam tahap penyusunan. Pertemuan penting tersebut turut dihadiri oleh delegasi khusus Uni Eropa untuk Arab Saudi.
‘Arab Saudi akan bertindak sebagai negara pendiri dan pemimpin aliansi sekaligus menampung markas besarnya,’ tulis Kementerian Pertahanan dalam rilis resminya. Meski para peserta sepakat pentingnya kerja sama pertahanan multilateral, belum ada rincian terkait komitmen militer spesifik yang diumumkan.