Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan mengejutkan terkait konflik Timur Tengah. Ia mengklaim bahwa Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh AS telah berhasil mencapai kesepakatan penting mengenai pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap kelompok Hamas dan faksi bersenjata lainnya di Jalur Gaza.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kesepakatan besar ini juga mencakup penempatan wilayah Jalur Gaza di bawah kendali pemerintahan Palestina yang baru. Langkah tersebut disebut-sebut sebagai terobosan signifikan dalam upaya mengimplementasikan rencana perdamaian 20 poin yang sebelumnya telah diusulkan oleh pihak Washington.
‘Ini adalah langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang abadi,’ tulis Trump melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Kamis. Ia menambahkan bahwa Israel nantinya akan mendapatkan keamanan yang layak, sementara Gaza dipastikan tidak lagi menjadi basis serangan teror.
Berdasarkan penjelasan Trump, pelaksanaan kesepakatan ini akan dibagi ke dalam beberapa fase terstruktur. Penarikan pasukan Israel baru akan dilakukan setelah proses pelucutan senjata Hamas benar-benar tuntas di lapangan.
Sebagai gantinya, Pasukan Stabilisasi Internasional akan diterjunkan untuk bekerja sama dengan korps kepolisian baru asal Palestina demi mengambil alih tanggung jawab keamanan di Gaza. Kendati demikian, hingga kini pihak Israel maupun Hamas masih belum memberikan konfirmasi terbuka terkait klaim tersebut.
Para pejabat AS serta perwakilan Dewan Perdamaian menyebutkan bahwa detail teknis dari kesepakatan ini masih harus dimatangkan dalam dua pekan ke depan. Progres nyata dari rencana damai ini diharapkan sudah dapat terlihat dalam kurun waktu satu hingga dua bulan mendatang.