Hakim Texas resmi mencopot Judge John Roach dari penanganan kasus pasca-persidangan Karmelo Anthony pada Rabu, 19 Agustus 2026. Keputusan ini diambil setelah pengadilan menemukan bahwa seorang pengamat luar yang objektif dapat mempertanyakan sikap imparsial sang hakim dalam menangani perkara tersebut.
Pencopotan ini bermula saat tim pengacara Anthony memutar rekaman wawancara Roach dengan media WFAA. Dalam wawancara itu, Roach menyatakan bahwa juri sudah membuat keputusan yang benar dalam kasus pembunuhan tersebut, yang dinilai pihak pembela sebagai bentuk praduga atas permintaan sidang ulang.
Judge Sid Harle, yang memimpin sidang permohonan pencopotan hakim, menyatakan bahwa fokus utama bukanlah apakah Roach bisa bersikap adil atau tidak secara pribadi. Ia menekankan bahwa persepsi pihak ketiga terhadap komentar publik sang hakim menjadi alasan kuat untuk mengabulkan mosi tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarmelo Anthony sendiri hadir langsung dalam sidang tersebut setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan. Anthony sebelumnya dinyatakan bersalah atas pembunuhan remaja berusia 17 tahun, Austin Metcalf, dalam insiden penusukan di sebuah ajang lari di Frisco dan dijatuhi hukuman 35 tahun penjara oleh juri Collin County.
Tudingan Pelanggaran Hak dalam Persidangan
Menyusul putusan ini, pengadilan telah menunjuk pensiunan Hakim Distrik Michael Chitty untuk memimpin sidang permohonan pengadilan ulang bagi Anthony yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Tim pengacara Anthony yang dipimpin oleh Wilson melayangkan dua mosi pada 7 Juli lalu, yakni terkait pencopotan Hakim Roach dan permohonan sidang ulang. Pihak pembela berargumen bahwa proses persidangan awal tidak cukup terbuka bagi publik.
Dalam berkas mosi tersebut, tim pembela menyoroti keputusan Roach yang melarang penggunaan kamera di ruang sidang dan membatasi akses publik hanya pada 27 kursi saja. Selain itu, mereka menuduh jaksa melanggar kesepakatan terkait bukti karakter yang dinilai merugikan posisi kliennya.
Argumen hukum lain yang diangkat adalah instruksi juri yang dianggap membatasi ruang bagi juri untuk mempertimbangkan sepenuhnya pembelaan diri yang diajukan oleh Anthony. Berkas tersebut tidak secara langsung menantang status bersalah Anthony, melainkan menyoroti kesalahan konstitusional yang diduga mencederai asas keadilan.
Keputusan hari Rabu ini menandai babak baru bagi Anthony karena seluruh sisa persidangan di tingkat pengadilan negeri, termasuk permohonan sidang ulang, kini akan ditangani sepenuhnya oleh hakim baru sesuai dengan prosedur hukum di Texas.