NHS England meluncurkan kampanye nasional secara besar-besaran untuk memperingatkan seluruh stafnya agar tidak mengakses rekam medis pasien tanpa pembenaran hukum yang jelas. Langkah tegas ini diambil demi menjaga privasi pasien dan memastikan batas-batas profesionalitas tidak dilanggar hanya karena rasa penasaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Melalui poster dan tampilan screensaver di berbagai organisasi kesehatan, NHS England mengingatkan konsekuensi fatal bagi pelanggar. Staf yang terbukti melakukan pelanggaran privasi menghadapi risiko tindakan disipliner, pemecatan, pencabutan akreditasi profesi, hingga hukuman penjara di bawah undang-undang perlindungan data yang berlaku.
"Pasien harus bisa percaya bahwa informasi pribadi mereka dijaga kerahasiaannya oleh NHS. Setiap tindakan staf yang melihat rekam medis tanpa alasan valid sama sekali tidak bisa diterima, merupakan pelanggaran kepercayaan pasien yang memalukan, dan melanggar hukum," ujar Sir Jim Mackey, NHS Chief Executive.
Pihak berwenang mencatat bahwa godaan untuk mengintip data pasien kerap melonjak saat sebuah kasus menjadi sorotan nasional. NHS England secara khusus menyoroti insiden akses ilegal yang terjadi pasca-serangan Nottingham 2023 dan serangan pisau Southport 2024 yang lalu.
Paul Arnold selaku Chief Executive dari Information Commissioner's Office (ICO) turut menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. "Ketika orang mencari perawatan medis, mereka membagikan informasi pribadi yang paling sensitif dengan keyakinan bahwa informasi tersebut akan aman. Akses tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan," kata Paul Arnold.
Sebagai bukti keseriusan, investigasi internal mengungkap adanya 18 anggota staf di York and Scarborough Teaching Hospitals yang kedapatan mengakses rekam medis pasien secara tidak sah sejak tahun 2021, di mana delapan di antaranya telah dirujuk ke ICO. Kasus serupa juga tengah diselidiki di Cambridge University Hospitals setelah sekitar 40 staf diduga mengintip rekam medis bocah tiga tahun yang terluka dalam insiden kandang buaya.
Saat ini, sistem rekam medis elektronik terbaru milik NHS telah dilengkapi fitur yang mampu menandai aktivitas mencurigakan secara real-time. Setiap pelanggaran hukum di bawah Data Protection Act 2018 dan Computer Misuse Act 1990 ini akan langsung dilaporkan ke ICO serta pihak kepolisian untuk diproses secara pidana.