Northern Kentucky University secara resmi menganugerahkan gelar seni anumerta kepada Murry Foust, mahasiswa transgender yang ditemukan meninggal dunia setelah hampir sebulan dicari. Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara peringatan yang digelar di kampus pada Rabu (3/6).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Foust, yang berusia 22 tahun, menerima gelar Bachelor of Fine Arts (BFA) dalam bidang Integrative Media and Spatial Arts dengan fokus pada lukisan dan seni spasial. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar mahasiswa kampus, The Northerner, pada 4 Juni lalu.
Upacara peringatan yang berlangsung di kampus itu dihadiri oleh keluarga, sahabat, dan sejumlah staf pengajar. Mereka berkumpul untuk berduka dan berbagi kenangan tentang sosok Foust yang dikenal sebagai mahasiswa berbakat dan dicintai banyak orang.
Foust dilaporkan hilang pada 27 April saat berjalan kaki melintasi lingkungan Latonia di Covington. Ia tidak kunjung tiba di kelas, meninggalkan ponsel dan mobilnya. Keluarga dan teman-teman menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mencarinya, sementara otoritas menerjunkan drone, unit K9, dan tim penyelamat air untuk memperluas pencarian.
Polisi Covington mengonfirmasi pada 24 Mei bahwa jenazah Foust ditemukan oleh kelompok pencari independen di dekat kawasan industri Wilder, Kentucky, tepat di seberang Sungai Licking dari lokasi terakhir kali ia terlihat. Polisi menyatakan "belum ada indikasi tindak pidana" dalam kasus ini, meskipun penyebab resmi kematian masih menunggu laporan koroner.
Foust seharusnya lulus bersama angkatannya pada 8 Mei. Dalam pidato di upacara peringatan, Presiden NKU Cady Short-Thompson menyebut Foust sebagai "pribadi yang luar biasa dan seniman berbakat yang mewujudkan esensi sejati dari mahasiswa NKU dan pencipta di School of the Arts."
"Kami semua patah hati, sangat terpukul oleh kehilangan tragis salah satu mahasiswa berharga kami, dan saya tahu banyak dari kita yang berkabung malam ini," ujar Short-Thompson. Karya seni Foust dipamerkan di seluruh ruang memorial, mengenang dedikasinya dalam berbagi seni dengan dunia.
Selain sebagai seniman rupa, Foust juga dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu yang mahir bermain piano dan gitar. "Sederhananya, Murry berdedikasi untuk berbagi seni dengan dunia, dan kita semua menjadi lebih baik karenanya," tutup Short-Thompson dalam pernyataannya.