Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kemenkes Soroti Pangan Lokal dan...
BERITA

Kemenkes Soroti Pangan Lokal dan Pengolahan Aman untuk Cegah Stunting

Bahan pangan lokal Indonesia yang kaya gizi untuk mendukung pencegahan stunting pada anak

Bahan pangan lokal Indonesia yang kaya gizi untuk mendukung pencegahan stunting pada anak

Kekayaan pangan lokal yang melimpah di Indonesia dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi seimbang keluarga sekaligus mendukung program percepatan pencegahan stunting. Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan, potensi besar dari bahan pangan di sekitar lingkungan tempat tinggal ini dapat menjadi solusi pemenuhan nutrisi yang terjangkau bagi masyarakat luas.

Menurut Ketua Tim Kerja Gizi Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Yuni Zahraini, SKM, MKM, berbagai sumber pangan lokal memiliki peran krusial dalam mencukupi kebutuhan gizi harian. Jenis pangan tersebut meliputi karbohidrat dari umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, talas, ganyong, jagung, dan sagu, hingga protein hewani dari ikan tongkol, lele, bandeng, telur, serta daging ayam. Selain itu, sumber gizi nabati juga melimpah dari tempe, tahu, dan aneka kacang-kacangan.

Yuni menjelaskan bahwa dalam Pedoman Gizi Seimbang terdapat empat pilar utama, yang salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang beraneka ragam. Apabila seluruh ragam pangan lokal ini dikonsumsi dengan porsi dan komposisi yang tepat, maka kebutuhan nutrisi harian tubuh dipastikan dapat terpenuhi dengan baik.

"Kalau kita bisa mengakses makanan-makanan lokal ini dalam porsi dan jumlah yang benar menjadi sebuah komposisi gizi seimbang maka ini akan bisa memenuhi kebutuhan gizi kita sehari-hari," kata Yuni saat diwawancarai di bilangan Jakarta pada Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan analisis Kementerian Kesehatan, tantangan terbesar saat ini sebenarnya bukan terletak pada ketersediaan bahan pangan, melainkan pada rendahnya tingkat pemahaman dan literasi masyarakat dalam memanfaatkannya. Oleh karena itu, penyebarluasan informasi dan edukasi gizi yang masif dinilai menjadi kunci utama agar masyarakat paham cara menyusun menu yang sehat.

"Yang paling penting ini sekarang adalah bagaimana memastikan bahwa masyarakat semua memahami, masyarakat mengerti sehingga memang butuh sekali informasi, penyebarluasan informasi, edukasi, literasi untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang," ujar Yuni menambahkan.

Dari pantauan redaksi, selain faktor pemahaman menu, metode pengolahan makanan di dapur keluarga juga memegang peranan yang sangat penting. Memasak dengan suhu yang terlalu tinggi atau cara yang salah justru berisiko merusak kandungan nutrisi asli bahan pangan, bahkan dapat memicu terbentuknya zat-zat yang buruk bagi kesehatan tubuh.

Melalui pengamatan tim redaksi, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan kader posyandu untuk terus mengawal cara memasak yang aman di tingkat rumah tangga. Yuni mengingatkan bahwa makanan yang berkualitas tidak hanya dinilai dari kandungan gizinya yang lengkap sejak awal, tetapi juga dari bagaimana cara menyajikannya agar tetap aman dan optimal saat dikonsumsi oleh anak-anak.

// TOPICS
#pangan_lokal #stunting #kementerian_kesehatan #gizi_seimbang #kesehatan_keluarga #edukasi_gizi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.