Konflik yang melibatkan publik figur Sarwendah dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, kini semakin melebar dan memasuki babak baru. Berdasarkan pantauan redaksi di media sosial, di tengah perseteruan mengenai hak asuh anak dan nafkah, kini muncul petisi dari netizen yang menyerukan boikot terhadap Sarwendah dari berbagai brand, media sosial, hingga televisi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menanggapi fenomena tersebut, pihak Ruben Onsu yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Minola Sebayang, angkat bicara mengenai sanksi sosial yang kini tengah dihadapi oleh mantan istri kliennya itu. Menurut pengamatan tim redaksi, gelombang kekecewaan publik ini mencuat setelah beberapa potongan video pernyataan Sarwendah viral di jagat maya.
Menurut Minola Sebayang, aksi pemboikotan tersebut merupakan hak dan penilaian langsung dari masyarakat. "Mungkin masyarakat melihat bahwa banyak hal-hal yang membuat netizen atau masyarakat beranggapan perlu adanya sanksi sosial," ujar Minola saat memberikan keterangan yang dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi pada Selasa (7/7/2026).
Lebih lanjut, Minola menambahkan bahwa tindakan netizen tersebut dipicu oleh perilaku dan ucapan Sarwendah sendiri yang dianggap melanggar norma kepantasan. "Pemboikotan itu kan merupakan sanksi sosial, sanksi dari masyarakat karena ada hal-hal yang dianggap tidak pantas, ada hal-hal yang dianggap tidak pada dasarnya itu bertentanganlah," imbuhnya.
Berdasarkan penuturan pihak hukum Ruben, salah satu pemantik kemarahan netizen adalah pernyataan Sarwendah saat melakukan siaran langsung di platform TikTok. Saat live berjualan tersebut, Sarwendah diduga melontarkan kalimat yang menghina Ruben serta menyepelekan nafkah bulanan yang diberikan.
"Jadi mungkin ucapan-ucapan S ketika live TikTok misalnya berjualan ya, menghina ayah anak-anaknya, mengecilkan arti uang Rp200 juta, inilah yang membuat mungkin masyarakat akhirnya bersikap dan melakukan pemboikotan," tutur Minola menjelaskan situasi yang memicu kegeraman publik.
Meski demikian, dari pantauan redaksi, pihak Ruben Onsu menegaskan bahwa mereka tidak memiliki andil atau keterlibatan sama sekali dalam gerakan boikot yang diinisiasi oleh netizen tersebut. Minola menyatakan bahwa hal itu sepenuhnya murni merupakan reaksi spontan dari masyarakat luas.
"Tapi sebenarnya dari pihak kami Ruben Onsu memang tidak terkait dengan masalah sikap dari masyarakat atau netizen untuk melakukan pemboikotan," tandas Minola secara tegas kepada awak media.
Perseteruan antara mantan pasangan suami istri ini diketahui mulai memanas setelah Ruben Onsu memprotes pembatasan akses untuk bertemu dengan kedua putrinya. Sebagai bentuk protes atas situasi tersebut, Ruben kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara nafkah bulanan senilai Rp225 juta yang biasa disalurkannya.