Truk sawit ODOL atau over dimension over loading di Kabupaten Bengkulu Tengah mendapat sorotan tajam dari pimpinan legislatif menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait ancaman keselamatan dan kerusakan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
"Kalau memang ada kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas, tentu harus ditertibkan. Jangan sampai kepentingan usaha mengorbankan keselamatan masyarakat dan merusak infrastruktur yang dibangun menggunakan uang negara," tegas Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Fepi Suheri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFepi mengungkapkan keluhan warga mengenai maraknya truk sawit berdimensi dan bermuatan berlebih terus berdatangan, terutama di kawasan Kecamatan Pondok Kelapa. Aktivitas kendaraan berat itu dinilai mengancam kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan raya.
Menurutnya, pembiaran terhadap truk ODOL hanya akan memperpendek umur konstruksi jalan raya. Akibatnya, anggaran perbaikan jalan akan membengkak dan pada akhirnya membebani keuangan daerah yang bersumber dari uang rakyat.
Peringatan Tegas Demi Lindungi Aset Daerah
Selain faktor infrastruktur, truk bermuatan berlebih sangat rentan memicu kecelakaan lalu lintas karena kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan saat melewati jalur menanjak, menikungan tajam, ataupun ketika melakukan pengereman mendadak.
Sebagai langkah antisipasi, Fepi mendesak Dinas Perhubungan bersama Polres Bengkulu Tengah untuk memperketat pengawasan secara konsisten tanpa pandang bulu terhadap seluruh armada angkutan hasil perkebunan di daerah.
Pengawasan ketat terhadap truk angkutan barang bukanlah isu baru yang disuarakan oleh DPRD Bengkulu Tengah. Sebelumnya, pimpinan legislatif ini juga pernah menekankan pentingnya penertiban kendaraan berat guna menjaga kualitas infrastruktur jalan jangka panjang.
Langkah penindakan tegas dari instansi terkait sangat dinantikan masyarakat agar aktivitas bisnis perkebunan kelapa sawit tetap berjalan lancar tanpa harus merusak fasilitas umum yang menjadi urat nadi perekonomian lokal.