Euforia skuad Timnas Argentina dalam memburu bintang keempat di jersey mereka kembali memicu sorotan tajam. Pasukan Albiceleste kedapatan menyanyikan sebuah chant khusus yang didedikasikan untuk mendiang Diego Maradona dan sang kapten Lionel Messi. Namun, lirik dari lagu tersebut justru memicu polemik karena membawa-bawa isu sensitif masa lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam penggalan liriknya, mereka menyanyikan ambisi untuk melihat bintang keempat bersinar di jersey Argentina. Menariknya, lagu tersebut juga menyebutkan bahwa setelah puluhan tahun berlalu, generasi "La Scaloneta" siap membalaskan dendam atas trofi yang mereka klaim telah dicuri dari sang pemilik nomor punggung 10 legendaris, Diego Maradona.
Kata "balas dendam" dalam chant tersebut merujuk langsung pada peristiwa kelam di Piala Dunia 1994 yang digelar di Amerika Serikat. Saat itu, Diego Maradona dinyatakan positif menggunakan ephedrine setelah laga pembuka melawan Nigeria. Akibat kasus doping tersebut, Sang Dewa Sepak Bola Argentina langsung didepak dari turnamen, sebuah trauma mendalam yang hingga kini belum sepenuhnya diterima oleh publik Argentina.
Bagi para pemain Argentina, meraih kemenangan di tanah Amerika Serikat memiliki cita rasa balas dendam yang sangat personal demi menghormati mendiang Maradona. Namun, kontroversi tidak berhenti sampai di situ saja karena lirik lagu tersebut juga menyeret konflik geopolitik masa lalu, yaitu Perang Malvinas.
Sebagai informasi, Perang Malvinas atau Falklands War meletus pada tahun 1982 ketika militer Argentina mencoba merebut kepulauan yang dikuasai Inggris sejak 1833. Kekalahan telak dalam perang singkat itu sempat menjatuhkan rezim diktator di Buenos Aires, sekaligus meninggalkan luka sejarah mendalam yang kini justru terus digaungkan oleh para penggawa tim nasional melalui nyanyian mereka.