Manchester Metrolink resmi menjadi sistem light rail terpadat di Inggris Raya. Sepanjang tahun 2024/2025, moda transportasi kebanggaan warga Greater Manchester ini mencatatkan 46 juta perjalanan penumpang. Jumlah ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas urban di kawasan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Jaringan yang membentang sepanjang 64 mil atau setara 103 kilometer ini memiliki 99 halte dan dikelola oleh Transport for Greater Manchester (TfGM). Saat ini, operasional dan pemeliharaannya dipercayakan kepada konsorsium KeolisAmey di bawah naungan Bee Network. Keunikan Metrolink terletak pada jalurnya yang memadukan jalur di jalan raya, jalur khusus yang terpisah dari lalu lintas, serta jalur kereta api konvensional yang telah dikonversi.
Sistem ini mengandalkan 147 unit kereta ringan Bombardier M5000 yang mulai diperkenalkan pada tahun 2009. Kereta-kereta ini beroperasi dari delapan terminal utama, meliputi Altrincham, Ashton-under-Lyne, Bury, East Didsbury, Eccles, Manchester Airport, Rochdale, dan Trafford Centre. Dengan sembilan rute yang masing-masing melaju lima kali per jam, frekuensi kedatangan trem di halte-halte besar menjadi sangat tinggi.
Sejarah Metrolink tidak lepas dari kegagalan proyek terowongan Picc-Vic pada era 1970-an yang kandas karena masalah pendanaan. Konsep light rail kemudian muncul pada 1982 sebagai solusi transportasi termurah bagi pusat kota Manchester. Setelah mendapat persetujuan pemerintah pada 1988, jaringan ini mulai beroperasi pada 6 April 1992, menandai kelahiran sistem trem modern pertama di Inggris setelah trem Blackpool yang lebih dulu eksis.
Era trem pertama di Manchester sebenarnya telah dimulai sejak 1877 dengan trem kuda. Kemudian pada 1901, trem listrik mulai diperkenalkan dan mencapai puncak kejayaan pada 1930 dengan jaringan sepanjang 163 mil. Namun, setelah Perang Dunia II, bus dan troli dianggap lebih murah sehingga jalur trem terakhir di Manchester ditutup pada 1949. Barulah empat dekade kemudian, Metrolink hadir sebagai kebangkitan transportasi rel di kota ini.
Perluasan Metrolink menjadi strategi kunci para perencana transportasi. Proyek pembangunan dibagi dalam beberapa fase, dimulai dari Fase 1 yang menghubungkan jalur kereta Bury dan Altrincham melalui jalur trem di pusat kota sepanjang 3,1 kilometer, yang kini dikenal sebagai First City Crossing. Fase 2 kemudian memperluas jaringan ke arah barat menuju Eccles pada 1999, diikuti dengan proyek Fase 3 yang sempat tertunda karena masalah pendanaan.
Fase 3a dan 3b akhirnya berhasil diwujudkan dengan mengkonversi jalur kereta Oldham Loop serta membangun jalur baru menuju Manchester Airport. Proyek ini menambah panjang jaringan hingga 43 mil dan selesai pada 2014. Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas trem di pusat kota, Second City Crossing (2CC) sepanjang 1,3 kilometer dibangun dan beroperasi penuh pada Februari 2017. Teranyar, Trafford Park Line resmi dibuka pada Maret 2020, tepat di awal pandemi COVID-19.
Pandemi sempat menurunkan drastis jumlah penumpang dan memaksa penyesuaian jadwal hingga 20 menit. Namun, seiring pemulihan, frekuensi layanan kembali normal pada 2021. Saat ini, sembilan rute beroperasi dengan jadwal 15 menit di semua waktu, dengan tambahan layanan pada jam sibuk. Hal ini sebagai bagian dari upaya perekrutan dan pelatihan masif untuk meningkatkan ketahanan operasional.
Dari segi teknis, Metrolink menggunakan trem berplatform tinggi setinggi 900 mm. Armada Bombardier M5000 menggantikan trem T-68 dan T-68A yang sudah usang. Trem-trem ini juga dilengkapi dengan efek suara khas berupa peluit yang disintesis, yang menjadi ciri khas tersendiri. Untuk efisiensi, beberapa layanan beroperasi dengan rangkaian ganda (double units) di jalur padat seperti Altrincham–Bury.
Metrolink juga dikenal sebagai sistem yang ramah lingkungan. Sejak 2007, seluruh kebutuhan listriknya dipasok dari energi terbarukan, awalnya dari tenaga air dan kini beralih ke biomassa. Sistem persinyalan menggunakan Line of Sight, kecuali di jalur Altrincham–Timperley yang masih berada di bawah kendali Network Rail. Dua depo utama, Queens Road dan Old Trafford, menjadi pusat perawatan dan kendali operasional.
Tarif Metrolink diatur oleh TfGM tanpa subsidi publik, dengan sistem zona konsentris yang diterapkan sejak 2019. Kini, penumpang bisa membayar dengan kartu kontak atau kartu pintar Bee Network. Meski sempat mendapat kritik karena kepadatan dan gangguan, survei terbaru menunjukkan 89% penumpang puas dengan layanan ini. Namun, isu aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sempat menjadi perjuangan panjang sebelum akhirnya terwujud pada 1988.
Ke depan, Metrolink terus merencanakan ekspansi. Rencana Pathfinder North mengusung teknologi trem-train yang menghubungkan Oldham hingga Heywood dan Bury melalui jalur kereta konvensional. Selain itu, rencana perluasan ke Stockport dan koneksi ke stasiun berkecepatan tinggi HS2 juga sedang dalam tahap pengembangan. Jika terealisasi, Manchester Metrolink akan semakin memperkokoh reputasinya sebagai ikon transportasi modern Inggris.