Sistem pemasyarakatan di England and Wales menghadapi tekanan berat setelah data terbaru menunjukkan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jumlah mantan narapidana yang ditarik kembali ke balik jeruji besi kini melampaui total tahanan yang mendapatkan kebebasan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data dari Ministry of Justice (MoJ), sebanyak 12.977 orang tercatat dibebaskan dari penjara antara Januari hingga Maret 2026. Namun pada periode yang sama, terdapat 13.193 orang yang justru dijebloskan kembali ke penjara akibat melanggar ketentuan syarat pembebasan bersyarat mereka.
Kondisi tersebut menghasilkan tingkat penarikan kembali atau recall rate yang menembus angka lebih dari 100 persen. Lonjakan ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan catatan satu dekade lalu, di mana rasio penarikan kembali hanya berkisar di angka 30 persen untuk setiap 100 narapidana yang bebas.
Kepala Eksekutif Prison Advice and Care Trust, Andy Keen-Downs, menilai krisis populasi penjara tidak akan pernah bisa diselesaikan apabila jumlah orang yang masuk kembali sama banyaknya dengan yang keluar. "Ratusan orang dikembalikan setiap bulan bukan karena melakukan kejahatan baru, melainkan karena melanggar ketentuan izin," ungkapnya.
Sebagian besar kasus penarikan kembali ini ternyata tidak melibatkan tindak pidana baru, melainkan pelanggaran administratif seperti gagal melapor ke layanan masa percobaan atau tidak tinggal di alamat yang telah disetujui. Berbagai pihak kini mendesak pemerintah untuk segera melakukan reformasi agar kebijakan penarikan kembali ini benar-benar menjadi pilihan terakhir.