Aktivitas berkebun sering kali identik dengan kegiatan santai para lanjut usia di lahan sempit. Namun, pandangan tersebut dipatahkan oleh sosok Yeap Khek Teong, seorang pria berusia 66 tahun yang aktif mengubah lahan publik menjadi kebun komunitas yang produktif dan asri di Singapura.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kecintaannya terhadap dunia tanaman bermula sejak masa remaja ketika ia kerap memperhatikan sang ayah merawat berbagai jenis anggrek. Pengalaman masa lalu itu membentuk ikatan emosional tersendiri yang kemudian diteruskannya hingga ia memasuki masa pensiun setelah puluhan tahun bekerja di sektor industri.
Di kebun seluas ribuan meter persegi yang terletak di kawasan Bukit Batok, Yeap tidak hanya menanam aneka flora dan fauna, tetapi juga membangun ruang interaksi sosial bagi para warga sekitar. Melalui kegiatan bercocok tanam secara berkelompok, ia berupaya merangkul para lansia agar terhindar dari rasa kesepian dan isolasi sosial.
"Semua orang bisa berkontribusi tanpa harus memiliki keahlian khusus, yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan berbagi," ujar Yeap saat menceritakan pengalamannya dalam mengelola kebun komunitas tersebut.
Selain aktif di lingkungan perumahan, Yeap juga kerap memimpin berbagai inisiatif hijau berskala besar, termasuk ajang pameran taman tingkat nasional. Dedikasinya tidak hanya menghasilkan berbagai penghargaan bergengsi, tetapi juga berhasil merajut kembali semangat kebersamaan antarwarga lintas generasi di tengah perkotaan yang modern.