Di tengah meningkatnya isu kesehatan mental dan fenomena epidemi kesepian yang melanda kaum adam, sebuah inisiatif unik hadir di Singapura untuk merangkul para pria agar lebih terbuka. Melalui kegiatan membaca dan berdiskusi bersama, klub buku khusus pria terbukti mampu menjadi ruang aman bagi mereka untuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut dihakimi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Isaac Neo, salah satu pendiri Modern Man's Book Club, mengungkapkan bahwa gagasan tersebut bermula dari keprihatinannya melihat mayoritas klub buku di Singapura didominasi oleh perempuan. Bersama rekan pendirinya, Zubin Jain, ia melihat adanya kebutuhan mendesak untuk menyediakan wadah bagi para pria yang ingin membaca sekaligus membagikan pemikiran mereka tentang berbagai isu sosial.
Berdasarkan data riset di Singapura, angka bunuh diri pada pria secara konsisten lebih tinggi dibandingkan perempuan dalam beberapa tahun terakhir, sementara kesadaran untuk mencari bantuan profesional masih tergolong rendah. Di sisi lain, tekanan norma sosial mengenai maskulinitas membuat banyak pria memilih untuk memendam masalah pribadi mereka rapat-rapat.
Melalui diskusi buku yang mengangkat tema seputar peran gender, isolasi sosial, hingga hubungan keluarga, para peserta terbukti antusias untuk berbagi cerita personal. Karakter dalam buku seringkali dijadikan jembatan awal bagi para pria yang sebelumnya tertutup untuk mulai menceritakan pengalaman hidup dan pandangan mereka secara jujur.
Respon positif terlihat dari pertumbuhan jumlah peserta yang konsisten hadir dalam setiap pertemuan, di mana kaum pria kini mendominasi sesi diskusi. Langkah kecil seperti keluar dari zona nyaman membaca buku sastra terbukti memberikan dampak signifikan dalam membangun koneksi sosial dan mengurangi tingkat stres di kalangan peserta.
Para penggagas berharap inisiatif positif semacam ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pria untuk tidak merasa sendirian dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan berbagi cerita dan saling mendengarkan, beban emosional yang dirasakan dapat diringankan melalui dukungan komunitas yang solid.