Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Lingkaran Setan Politik Mahal,...
BERITA

Lingkaran Setan Politik Mahal, Ketika Demokrasi Menghukum Korupsi yang Diproduksinya Sendiri

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 22 Juli 2026
Ilustrasi maraknya operasi tangkap tangan kepala daerah dan lingkaran setan biaya politik tinggi di Indonesia

Ilustrasi maraknya operasi tangkap tangan kepala daerah dan lingkaran setan biaya politik tinggi di Indonesia

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh detik.com, Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mencatatkan operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah di tahun 2026. Penangkapan terbaru menimpa Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang diduga terlibat suap pengadaan proyek bernilai miliaran rupiah. Fenomena ini tentu mencoreng wajah pemerintahan daerah sekaligus memantik perdebatan panjang mengenai kesehatan sistem politik elektoral di tanah air yang dinilai kian mahal.

Sebagaimana diwartakan, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni secara terbuka mengakui adanya lingkaran setan antara mahalnya biaya politik dan perilaku korupsi yang menjerat para pejabat. Menurut Sahroni, meski penegakan hukum terus digencarkan secara konsisten, para calon kepala daerah kerap terjebak dalam pengeluaran kampanye berlebihan yang memaksa mereka mencari jalan pintas demi mengembalikan modal. "Memang pasti ada lingkaran setan berupa biaya politik yang tinggi dengan perilaku korupsi," ujar Sahroni saat dihubungi pada hari Rabu.

Namun di balik riuhnya penegakan hukum dan imbauan moral agar politisi menahan diri, tersimpan sebuah aporia yang jarang dijamah oleh nalar praktis sehari-hari. Wacana penegakan hukum mengasumsikan korupsi sebagai anomali moral eksternal yang dapat diberantas tuntas melalui transparansi dan pengawasan ketat. Padahal, struktur demokrasi kapitalistik kontemporer secara ontologis menuntut kapitalisasi finansial yang masif sebagai syarat utama untuk sekadar bisa melangkah ke gelanggang kekuasaan.

Di sinilah jalan buntu logis mulai menganga lebar di hadapan kita semua. Sistem politik elektoral tidak sengaja melahirkan kejahatan, melainkan menjadikan modal finansial sebagai darah yang menghidupkan seluruh mesin kampanyenya. Ketika negara mencoba menghukum korupsi melalui instrumen hukum, negara sebenarnya sedang mencoba menghukum produk sampingan yang diciptakan oleh sistem demokrasinya sendiri. Pertanyaannya kemudian, bagaimana mungkin sebuah sistem yang lahir dari rahim pasar bebas dapat membersihkan dirinya sendiri dari logika komodifikasi.

Apakah pengawasan ketat dan ancaman jeruji besi sekadar menjadi jejak penundaan yang menutupi ketidakmampuan struktural dalam merombak akar persoalan. Suara-suara kelas marginal yang tersingkir karena ketiadaan modal terus tenggelam di bawah gemerlap kampanye berbiaya triliunan rupiah. Kita seolah terjebak dalam ruang tanpa ujung, di mana hukum dan kekuasaan terus berdampingan dalam keambiguan yang tidak pernah benar-benar terurai secara tuntas.

Topics
ott kpk kepala daerah biaya politik ahmad sahroni korupsi politik uang lombok barat demokrasi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.