Di balik kesuksesan besar agen rahasia 007 di layar lebar, terdapat sebuah perusahaan di balik layar yang memegang kendali penuh atas seluruh aset intelektualnya. Perusahaan tersebut adalah Danjaq, sebuah entitas bisnis yang bertindak sebagai pemegang hak cipta dan merek dagang untuk karakter, elemen, serta berbagai materi yang berkaitan dengan waralaba film James Bond.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perusahaan ini memiliki sejarah panjang yang bermula pada tahun 1962. Selepas penayangan film perdana Dr. No, Albert R. Broccoli dan Harry Saltzman sepakat mendirikan Danjaq S.A. guna memastikan kontrol penuh atas masa depan petualangan sang agen rahasia di bioskop. Nama Danjaq sendiri diambil dari gabungan nama istri mereka masing-masing, yakni Dana Broccoli dan Jacqueline Saltzman.
Pada masa awal pendiriannya, Danjaq berkedudukan hukum di Swiss sebelum akhirnya memindahkan domisilinya ke Delaware pada tahun 1992 dan bertransformasi menjadi perseroan terbatas. Perjalanan kepemilikan saham perusahaan ini juga sempat mengalami dinamika ketika Harry Saltzman terpaksa melepas separuh sahamnya kepada United Artists pada 1975 akibat kendala finansial pribadi.
Situasi berubah total pada tahun 1986 ketika Albert dan Dana Broccoli memutuskan untuk membeli kembali saham United Artists sehingga memegang kendali penuh atas Danjaq. Setelah wafatnya pasangan Broccoli, tongkat estafet kepemimpinan perusahaan beralih kepada putra mereka, Michael G. Wilson, yang hingga kini terus menjaga eksistensi waralaba legendaris tersebut.
Meskipun memegang kendali atas berbagai merek dagang penting, kepemilikan hak cipta film-film James Bond dibagi bersama dengan studio besar seperti Metro-Goldwyn-Mayer Studios Inc. Di samping itu, Danjaq juga dikenal sangat proaktif dalam melindungi aset hukumnya, termasuk memenangi sengketa penamaan merek dagang demi menjaga keaslian waralaba James Bond dari pihak-pihak lain.