Suasana di lingkungan kampus Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed terpantau normal dan relatif lengang sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di Purwokerto. Berdasarkan laporan media setempat, aktivitas perkuliahan dan lalu-lalang mahasiswa masih berjalan seperti biasa tanpa pengamanan khusus yang mencolok di depan area kampus.
Meskipun aktivitas tampak berjalan normal, kabar mengejutkan mengenai penindakan hukum tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan civitas akademika. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa salah satu pihak yang berhasil diamankan dalam operasi senyap tersebut merupakan Rektor Unsoed.
Sebagaimana diwartakan oleh media nasional, total ada 14 orang yang diamankan oleh tim penyidik antirasuah dalam rangkaian operasi tersebut, di mana 12 orang ditangkap di wilayah Purwokerto dan dua orang lainnya diringkus di Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan keterangan pihak berwenang, kasus dugaan rasuah ini berkaitan erat dengan praktik penerimaan penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Sebanyak 12 orang yang terjaring di Purwokerto langsung dibawa ke Mapolresta Banyumas untuk menjalani serangkaian pemeriksaan intensif.
Menanggapi kabar penangkapan pimpinan kampus mereka, kekecewaan mendalam dirasakan oleh para mahasiswa. Salah satu mahasiswi Fakultas Pertanian Unsoed bernama Nayla mengungkapkan rasa kecewanya karena isu tersebut sudah menjadi bahan perbincangan di dalam kelas, terutama jika dikaitkan dengan kondisi fasilitas kampus yang dinilai masih kurang memadai bagi jumlah mahasiswa yang membludak.