Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Pameran Foto Imajinatif, Andai...
BERITA

Pameran Foto Imajinatif, Andai Emmett Till Tak Dibunuh

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 26 Juli 2026
Pameran If Emmett Till Lived di Museum of Contemporary Photography Chicago bayangkan kehidupan alternatif korban lynching

Pameran If Emmett Till Lived di Museum of Contemporary Photography Chicago bayangkan kehidupan alternatif korban lynching

Museum of Contemporary Photography (MoCP) di Columbia College Chicago akan membuka pameran bertajuk "If Emmett Till Lived: Freedom on American Ground" pada 10 September mendatang. Pameran ini menghadirkan imajinasi kolektif tentang bagaimana kehidupan Emmett Till jika bocah berusia 14 tahun itu tidak menjadi korban lynching di Mississippi pada 1955.

Kurator sejarawan Sarah Elizabeth Lewis berkolaborasi dengan sepupu Till, Pendeta Wheeler Parker Jr. yang menjadi saksi hidup terakhir sebelum Till diculik. Eksekutif direktur MoCP Natasha Egan dan kurator utama Karen Irvine juga terlibat dalam proyek yang disertai buku dengan judul yang sama ini.

Pameran ini menampilkan sekitar 50 foto dari 84 fotografer ternama seperti Gordon Parks, Dorothea Lange, Dawoud Bey, Lyle Ashton Harris, Annie Leibovitz, LaToya Ruby Frazier, Robert Mapplethorpe, dan Carrie Mae Weems. Gambar-gambar tersebut diambil dari koleksi permanen museum dan diberikan konteks baru untuk membayangkan perjalanan hidup Till yang terenggut.

Lewis menjelaskan bahwa pameran ini merupakan cara untuk menghormati etos ibunda Till, Mamie Till-Mobley, yang meminta "biarkan dunia melihat" dengan membuka peti mati putranya. Namun di era di mana gambar ketidakadilan sudah menjadi hal biasa, pendekatan baru diperlukan untuk menegaskan kemanusiaan dan hak dasar untuk hidup, demikian ungkap Lewis.

Proyek yang disebut sebagai "monumen kreatif" ini juga melibatkan sejumlah tokoh budaya yang memilih foto untuk dipamerkan. Mereka termasuk seniman Amy Sherald dan Hank Willis Thomas, pembuat film Ava DuVernay, musisi John Legend, penulis dan mantan putri pertama Chelsea Clinton, anggota kongres Ayanna Pressley, serta sekretaris Smithsonian Lonnie G. Bunch III.

Salah satu foto yang menjadi pusat perhatian adalah karya Marc Pokempner tahun 1988 yang memperlihatkan seorang ayah melemparkan anaknya ke udara di tepi Danau Michigan. Lewis mengatakan foto itu membuatnya terpana karena mewakili kehilangan dan kesedihan, sekaligus pengingat bagaimana gambar dapat mengubah imajinasi tentang apa yang seharusnya mungkin terjadi.

Karya Gordon Parks berjudul "Drinking Fountains" dari tahun 1956 juga dipamerkan sebagai pengingat bahwa setahun setelah kematian Till, iklim rasial masih sangat berbahaya bagi warga kulit hitam. Bunch menulis tentang kekayaan warna dalam foto yang menangkap ketidakadilan segregasi namun juga ketahanan dan harga diri warga Mobile, Alabama.

Foto potret mendiang seniman Cliff Joseph yang diambil oleh Lyle Ashton Harris pada 2015 menjadi pengingat bahwa Till seharusnya bisa menua. Irvine mengatakan foto itu sangat menyentuh karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-85 Till yang jatuh pada pekan ini.

Pameran juga menampilkan potret Barack Obama yang diambil Dawoud Bey pada 2006, sebelum ia menjadi presiden pertama kulit hitam AS. Karya itu dipilih Hank Willis Thomas untuk menunjukkan apa yang telah diperjuangkan sejarah: seorang pria kulit hitam melihat langsung ke kamera dengan kemanusiaan utuhnya.

Foto terakhir dalam buku adalah lanskap Route 54 di New Mexico karya Dorothea Lange dari tahun 1938. Lewis menyebutnya sebagai simbol perjalanan yang belum selesai untuk menghormati kemanusiaan semua orang di tanah Amerika, sebuah gambar tentang kemungkinan, harapan, dan takdir bersama.

Topics
emmett till pameran foto mocp chicago sejarah rasisme hak sipil as sarah elizabeth lewis fotografi dokumenter lynching columbia college chicago seni kontemporer
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.