Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Pasien BPJS dan Nakes Saling Hujat,...
BERITA

Pasien BPJS dan Nakes Saling Hujat, Dinkes Kaltim Buka Suara

By Redaksi Kabayan News 2 min read 21 Agustus 2026
Dinkes Kaltim minta pasien BPJS dan nakes bijak bermsosmed hindari saling hujat

Dinkes Kaltim minta pasien BPJS dan nakes bijak bermsosmed hindari saling hujat

Sebagaimana diwartakan oleh portalkaltim.com, ruang digital dihebohkan dengan aksi saling hujat di media sosial antara pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan sejumlah tenaga kesehatan. Perdebatan sengit yang berawal dari kritik pelayanan kesehatan ini dikhawatirkan dapat merusak hubungan harmonis antara masyarakat dan pemberi layanan medis.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, dr Jaya Mualimin, angkat bicara dan meminta semua pihak untuk tidak melihat masalah secara sepihak. Menurutnya, akar dari perseteruan ini adalah rendahnya literasi serta pemahaman masyarakat maupun tenaga kesehatan terhadap sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Program JKN itu bagian dari program kita, program nasional, programnya negara, programnya kita semuanya. Kok mereka tidak bisa literasi terhadap program ini?" ujar dr Jaya saat memberikan keterangan, Rabu (19/8/2026).

Lebih lanjut, Dinkes Kaltim telah mengambil langkah cepat dengan mendatangi sejumlah rumah sakit untuk memperingatkan para tenaga kesehatan agar tidak ikut melontarkan hujatan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan. Pihaknya menegaskan bahwa pasien JKN merupakan bagian integral dari sistem yang berhak mendapatkan pelayanan prima tanpa diskriminasi.

dr Jaya juga mengingatkan para tenaga kesehatan agar lebih rasional dalam bersikap, mengingat gaji dan operasional fasilitas kesehatan turut ditopang oleh aliran dana klaim BPJS Kesehatan setiap bulannya. "Setiap bulan mungkin di antara tenaga kesehatan ada pendapatan dari klaim BPJS yang masuk di kantong dan dimakan oleh kita. Kalau dihujat, itu nanti jadi apa makanannya?" tegasnya.

Mengutip penjelasan Dinkes Kaltim, kesalahpahaman kerap terjadi karena banyak pihak keliru menilai peran BPJS Kesehatan yang sebenarnya bertindak sebagai pengelola premi dan pembayaran klaim, bukan sebagai pembangun seluruh fasilitas fisik rumah sakit.

Melalui kejadian ini, Dinkes Kaltim berharap masyarakat dan tenaga kesehatan bisa meningkatkan literasi serta memperbaiki komunikasi. Dengan pemahaman yang utuh, program JKN diharapkan dapat berjalan optimal tanpa diwarnai stigma negatif maupun polemik di dunia maya.

Topics
bpjs kesehatan dinkes kaltim tenaga kesehatan media sosial kesehatan kalimantan timur
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.