Serangan udara dan artileri Israel kembali menghantam sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Minggu (2/8), menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina. Korban jiwa meliputi tiga anak-anak dan seorang bayi dalam kandungan, serta puluhan lainnya dilaporkan luka-luka. Rentetan serangan ini terjadi hanya dua hari setelah Presiden AS Donald Trump dan Peace Board mengumumkan kesepakatan implementasi fase berikutnya dari gencatan senjata Gaza.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Seorang sumber medis di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, mengungkapkan bahwa sebuah serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen milik keluarga Al-Hams di wilayah Al-Qarara. Serangan itu menewaskan Mahmoud Zaki Al-Hams (38), istrinya Fatima Al-Hams (37), dan putri kecil mereka. Saksi mata di lokasi kejadian menyatakan bahwa jenazah ketiganya telah dievakuasi ke rumah sakit. Selain itu, artileri Israel juga dilaporkan menembaki wilayah Dar Al-Salam di pusat Khan Younis, meski belum ada laporan korban jiwa dari serangan tersebut.
Di wilayah Gaza tengah, serangan helikopter Israel menghantam kediaman pasangan lanjut usia, Kamal Abu Muailiq (68) dan istrinya Huda (59), di daerah Al-Mashaala, barat Deir al-Balah. Keduanya tewas dalam insiden tersebut. Sumber medis setempat juga melaporkan dua korban jiwa lainnya akibat serangan udara yang menyasar sebuah sepeda motor di kota yang sama.
Situasi tak kalah mencekam terjadi di Kota Gaza. Sebuah tenda pengungsian warga sipil menjadi sasaran serangan, menewaskan dua orang termasuk seorang anak-anak, dan melukai delapan lainnya yang mayoritas juga anak-anak. Serangan terpisah menghantam sebuah apartemen di Menara Al-Sousi, merenggut nyawa empat anggota keluarga yaitu Abdullah Abu Taif (33), istrinya Abeer Anan (29), putra mereka Azzam (5), serta bayi dalam kandungan sang ibu. Korban jiwa juga dilaporkan di kamp pengungsi Jabalia, utara Gaza, di mana seorang warga tewas dalam serangan langsung dan satu lainnya kritis.
Sumber dari Anadolu Agency melaporkan bahwa serangan drone Israel menghantam sebuah kendaraan di Kota Gaza, menewaskan empat orang lainnya. Sementara itu, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke arah timur lingkungan Al-Tuffah, meski belum ada laporan korban. Di sisi lain, kendaraan lapis baja Israel terlihat mundur dari beberapa posisi di perbatasan timur Rafah, namun serangan masih terus terjadi di berbagai titik.
Palestina menilai serangan yang terus berlangsung ini, ditambah dengan pembatasan bantuan kemanusiaan, telah mengubah gencatan senjata menjadi ilusi belaka. Sejak fase pertama gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, otoritas Palestina mencatat Israel telah melakukan ribuan pelanggaran yang menewaskan 1.230 warga dan melukai 4.076 lainnya. Sebelum gencatan senjata, perang genosida Israel yang dimulai 8 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, melukai 174.000, dan menghancurkan 90% infrastruktur sipil di wilayah kantong tersebut.