Beijing merayakan dua tahun penyematan status Warisan Dunia UNESCO untuk Poros Tengah Beijing dengan membuka sejumlah situs bersejarahnya untuk publik. Masyarakat kini dapat mengunjungi langsung Museum Istana, Gerbang Zhengyangmen, hingga Altar Dewa Pertanian atau Kuil Xiannongtan yang selama ini menjadi ikon budaya ibu kota China.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pembukaan situs-situs ini bertepatan dengan peringatan dua tahun pencatatan Poros Tengah Beijing sebagai Warisan Dunia UNESCO yang jatuh pada Senin (27/7). Beberapa lokasi bahkan meluncurkan pameran baru untuk menarik minat pengunjung sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah arsitektur Tiongkok.
Poros Tengah Beijing membentang sepanjang 7,8 kilometer dari Gerbang Yongding di bagian selatan hingga Menara Genderang dan Menara Lonceng di utara. Jalur ini merupakan representasi filosofi arsitektur kuno Tiongkok yang dirancang untuk menciptakan tata letak ideal bagi sebuah ibu kota kerajaan.
Sejarah pembangunan Poros Tengah dimulai pada awal Dinasti Yuan (1271-1368) dan terus mengalami perluasan pada masa Dinasti Ming serta Dinasti Qing. Konsep simetri dan keseimbangan yang diterapkan dalam tata ruang ini dianggap sebagai mahakarya perencanaan kota tradisional Tiongkok.
Dengan dibukanya situs-situs tersebut, pemerintah Beijing berharap semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang dapat menikmati dan mempelajari langsung keindahan arsitektur serta nilai sejarah yang terkandung di setiap sudut Poros Tengah. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya yang lebih terbuka dan inklusif.