Musim panas di berbagai wilayah Inggris, mulai dari Leicestershire hingga Carmarthenshire, kerap diwarnai oleh fenomena yang meresahkan. Sejumlah permukiman warga mendadak diserbu oleh gelombang lalat rumah dalam jumlah besar, membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman dan memicu protes dari masyarakat setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bagi sebagian warga di kawasan West Heath, Congleton, kehadiran serangga-serangga ini sudah menjadi mimpi buruk musiman. Mereka terpaksa memasang jaring anti-lalat, menggunakan pembunuh serangga elektrik, hingga membuat petisi yang telah ditandatangani lebih dari seribu orang untuk mendesak dewan kota dan Badan Lingkungan Hidup segera mengambil tindakan nyata.
Meski kerap dianggap sebagai hama yang menjijikkan dan pembawa patogen, para ilmuwan justru menyerukan agar pandangan masyarakat terhadap lalat bisa diubah. Andrew Whitehouse dari lembaga konservasi Invertebrata Buglife menjelaskan bahwa lalat memegang peran krusial di bumi sebagai penyerbuk tanaman serta pendaur ulang bahan organik yang membusuk.
"Larva lalat atau belatung akan memakan banyak bahan organik yang mati. Dengan melakukan itu, mereka mendaur ulang nutrisi kembali ke tanah dan menyingkirkan hal-hal seperti bangkai serta kotoran, yang sekaligus mencegah penyebaran penyakit," jelas Whitehouse.
Senada dengan hal tersebut, kurator Museum Sejarah Alam sekaligus pakar lalat, Erica McAlister, menyebutkan bahwa lalat rumah merupakan salah satu penyerbuk penting di berbagai belahan dunia. Ia menambahkan bahwa kemunculan populasi lalat dalam jumlah besar seringkali menjadi indikator adanya masalah lingkungan atau timbunan limbah manusia yang perlu segera ditangani.