The Strokes akhirnya merilis album ketujuh mereka yang bertajuk Reality Awaits. Ini menjadi karya pertama grup asal New York itu dalam enam tahun terakhir setelah album The New Abnormal yang rilis pada 2020.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Album ini direkam di Costa Rica bersama produser legendaris Rick Rubin. Hasilnya, Reality Awaits menghadirkan warna yang sangat berbeda dari album debut mereka Is This It yang rilis 25 tahun lalu.
Jika merujuk pada Is This It, album tersebut memang menjadi tolak ukur kesuksesan The Strokes di mata publik. Namun, Reality Awaits justru menunjukkan bahwa band ini tidak pernah berhenti bereksperimen dan bertumbuh.
Salah satu kejutan hadir lewat lagu Liar's Remorse yang menampilkan manipulasi gitar terdengar seperti alat musik tiup. Efek distorsi dan pedal yang digunakan menciptakan suara mirip terompet, dipadukan dengan sintetis dan nuansa video game retro.
Lagu Lonely In The Future dibuka dengan permainan bass dan drum ala Queens Of The Stone Age. Sementara Going To Babble On menghadirkan solo gitar yang terdengar seperti lagu epik rock era 80-an.
Vokalis Julian Casablancas juga tampil lebih ekspresif dalam album ini. Ia bermain dengan berbagai teknik vokal, mulai dari falsetto, bariton, hingga penggunaan Auto-Tune yang menjadi ciri khasnya. Suaranya terasa lebih teatrikal dan terlibat penuh.
Secara lirik, Reality Awaits mengangkat tema personal dan politik. Lagu pembuka Psycho Shit misalnya, menggabungkan kedua tema tersebut dengan gaya khas proyek sampingan Casablancas, The Voidz.
Lagu Going Shopping mengkritik kapitalisme dan kebiasaan manusia merusak bumi demi produksi barang sekali pakai. Sementara Going To Babble On mengajak pendengar untuk lebih peduli pada kondisi politik, dengan lirik yang menantang untuk melihat kenyataan sendiri.
Casablancas juga menyelipkan humor dalam Lonely In The Future. Ia melontarkan sindiran ringan kepada Harry Styles, John Legend, dan kritikus musik Anthony Fantano dengan lirik yang tajam namun jenaka.
Meski beberapa lagu seperti Psycho Shit dan Dine N'Dash dinilai sedikit bertele-tele, Reality Awaits tetap dianggap sebagai bukti bahwa The Strokes masih mampu menghadirkan kejutan. Setelah seperempat abad berkarier, mereka justru terdengar lebih bersemangat dan terlibat penuh.