Sebagaimana diwartakan, Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Upaya pencegahan dan penanganan yang tepat dinilai sangat penting dan perlu dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemerintah.
Mengutip laporan media dari laman resmi Kementerian Kesehatan, upaya perlindungan kesehatan akibat asap karhutla dikelompokkan menjadi tiga kategori utama, yakni primer, sekunder, dan tersier. Upaya primer dirancang untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan sejak dini dengan cara mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan.
Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk menutup rapat jendela serta pintu rumah guna meminimalisir masuknya partikel asap berbahaya. Penggunaan masker atau respirator saat harus beraktivitas di luar ruangan serta menjaga daya tahan tubuh lewat pola hidup bersih dan sehat juga menjadi kunci penting.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan tersebut, upaya sekunder berfokus pada deteksi serta pengobatan dini terhadap keluhan yang mulai dirasakan. Warga diimbau mengenali gejala awal, menyiapkan persediaan obat pertolongan pertama, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan.
Sementara itu, upaya tersier ditujukan untuk mencegah terjadinya komplikasi maupun risiko terburuk bagi warga yang kadung jatuh sakit akibat paparan asap. Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan diimbau untuk segera menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok serta patuh menjalani pengobatan teratur sesuai anjuran tenaga medis.