Pemerintah Amerika Serikat kembali memperlihatkan ketidakselarasannya terhadap dinamika kebijakan Israel di Timur Tengah. Berdasarkan laporan media, Washington melayangkan protes keras terkait serangan udara baru yang dilancarkan militer Israel di wilayah Suriah.
Namun, di sisi lain, sikap bungkam justru ditunjukkan oleh Gedung Putih dan sebagian besar negara Barat ketika menghadapi pernyataan ekstrem dari pejabat tinggi Israel. Mengutip laporan media, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir secara terbuka menyerukan tindakan kejam terhadap warga di Jalur Gaza.
Dalam sebuah kesempatan, pejabat sayap kanan tersebut mendesak agar tentara Israel menghabisi secara selektif antara 30 hingga 40 warga Palestina setiap malamnya. Pernyataan kontroversial ini langsung memicu gelombang kecaman internasional, termasuk dari pihak oposisi dan negara-negara tetangga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan internasional agar pemerintah Israel mempertimbangkan rencana perdamaian yang didorong oleh pihak eksternal. Kendati demikian, tokoh-tokoh garis keras di dalam kabinet Israel justru terus mendesak eskalasi militer serta perluasan permukiman.
Sementara itu, otoritas kesehatan di Gaza melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat eskalasi militer yang terus berlangsung sejak akhir tahun lalu telah mencapai puluhan ribu orang. Komunitas internasional terus mendesak adanya penghentian kekerasan guna menghindari krisis kemanusiaan yang semakin parah.