Majalah National Geographic telah lama dikenal sebagai salah satu publikasi paling ikonis di dunia dengan ciri khas sampul berbingkai kuning dan fotografi berkualitas tinggi. Diterbitkan pertama kali pada 22 September 1888, majalah ini awalnya merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dikirimkan kepada 165 anggota pendiri National Geographic Society.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Seiring berjalannya waktu, publikasi ini mulai mengubah orientasinya dengan memasukkan konten visual yang kuat. Pada 1905, majalah mulai menampilkan foto-foto utuh dan pada era 1910-an foto berwarna mulai diperkenalkan, menjadikannya pionir dalam jurnalisme foto global yang mendokumentasikan keindahan alam, budaya, dan sejarah dunia.
Dalam perjalanannya, kepemilikan majalah ini mengalami beberapa kali perubahan besar. Pada 2015, National Geographic Society melepas sebagian besar sahamnya kepada 21st Century Fox, yang kemudian diakuisisi secara penuh oleh The Walt Disney Company pada tahun 2019.
Industri media yang terus bergerak dinamis juga memaksa majalah ini untuk beradaptasi dengan era digital. Pada Juni 2023, National Geographic mengumumkan langkah besar dengan memberhentikan seluruh penulis staf tetap dan beralih sepenuhnya ke model penulisan lepas, serta menghentikan penjualan edisi cetak di kios-kios Amerika Serikat mulai 2024.
Meski menghadapi berbagai tantangan industri media cetak dan beberapa kontroversi historis di masa lalu, National Geographic tetap mempertahankan standar tinggi dalam penyajian karya jurnalistik. Akun media sosial resmi mereka, seperti Instagram, bahkan telah mencatatkan ratusan juta pengikut dari berbagai belahan dunia.