Berdasarkan laporan dari media InfoMoney, mata uang kripto utama Bitcoin kembali menunjukkan taji dengan mencatatkan lonjakan harga yang signifikan hingga menembus level 72.000 USD. Kenaikan tajam sekitar 15 persen dalam sepekan ini sekaligus menandai titik tertinggi baru bagi aset digital tersebut sejak awal Juni lalu.
Menurut analisis teknikal yang dijabarkan oleh Rodrigo Paz, reli harga ini dipicu oleh masuknya dana segar secara masif ke dalam produk ETF Bitcoin di Amerika Serikat. Selain itu, kebijakan terkait rencana pembelian kembali obligasi pemerintah AS oleh Departemen Keuangan turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global.
Kendati demikian, para investor diingatkan untuk tetap waspada menghadapi potensi koreksi jangka pendek. Berdasarkan indikator Relative Strength Index atau IFR pada grafik harian, posisi aset saat ini sudah memasuki area jenuh beli atau overbought, sehingga ruang istirahat harga sangat mungkin terjadi sebelum melanjutkan tren penguatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam jangka pendek, level support penting berada di kisaran 67.290 USD hingga 61.300 USD yang harus dijaga agar struktur pemulihan tetap aman. Sebaliknya, jika tekanan beli terus mendominasi, target resistensi berikutnya diproyeksikan berada pada rentang 74.450 USD hingga 78.200 USD.
Secara keseluruhan, struktur teknikal jangka menengah Bitcoin dinilai telah mengalami perbaikan yang cukup meyakinkan. Meskipun demikian, konsistensi permintaan pasar secara langsung tetap menjadi kunci utama untuk mempertahankan momentum kenaikan menuju target harga yang lebih tinggi.