Pengamat pasar kawakan Jim Cramer dibuat tercengang oleh pergerakan saham Alphabet Inc atau Google yang rontok usai merilis laporan keuangan terbarunya. Aksi jual masif terjadi di Wall Street setelah raksasa teknologi tersebut memutuskan untuk menaikkan proyeksi belanja modal infrastruktur kecerdasan buatan secara agresif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Tapi, apa yang paling membuat saya terkejut adalah apa yang terjadi pada Alphabet pekan lalu yang seolah mengurai seluruh perdagangan yang ada," ujar Cramer dalam acara bincang-bincang keuangan global.
Pasar bereaksi negatif karena kekhawatiran investor terhadap tingkat pengembalian investasi atau ROI dari belanja AI yang dinilai terlalu besar. Alphabet dilaporkan merevisi perkiraan belanja modal tahun 2026 menjadi kisaran 195 hingga 205 miliar dolar, naik dari estimasi sebelumnya.
Keputusan tersebut langsung memicu sentimen negatif dari para pelaku pasar yang menghukum saham perusahaan teknologi ketika mereka jor-joran mengeluarkan dana besar tanpa kepastian hasil jangka pendek. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan bahkan sempat merosot tajam akibat respons panik para investor.
Kendati demikian, lini bisnis Google Cloud tetap mencatatkan kinerja cemerlang dengan pertumbuhan pendapatan yang melesat signifikan secara tahunan. Namun, para analis dan investor masih memperdebatkan arus kas bebas negatif yang dicatatkan perusahaan untuk pertama kalinya sejak penawaran umum perdana.
Perdebatan sengit antara kaum optimis dan pesimis terus mewarnai pergerakan saham GOOGL di tengah dinamika industri teknologi global yang sangat kompetitif saat ini.