Capcom tampaknya serius menggarap Pragmata sebagai waralaba baru andalan. Pasalnya, game sci-fi adventure yang rilis April lalu itu disebut hampir pasti akan mendapat sekuel, menyusul kinerja penjualan yang impresif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pragmata sendiri mengisahkan Hugh, anggota tim investigasi, dan Diana, seorang android muda, yang berusaha menemukan jalan pulang ke Bumi dari fasilitas bulan yang dikuasai AI nakal. Game ini mendapat sambutan hangat berkat perpaduan mekanik tembak-menembak dan teka-teki yang segar, ditambah cerita emosional yang kuat.
Kabar gembira ini disampaikan oleh Corporate Officer Capcom, Yoshikazu Shimauchi, yang menyebut "kemungkinan besar sekuel akan terwujud" setelah penjualan Pragmata melampaui ekspektasi. Hingga kini, game besutan pengembang legendaris Jepang itu sudah terjual lebih dari 2,5 juta unit di seluruh dunia.
Capcom berharap Pragmata bisa berkembang menjadi "waralaba pilar dan sumber pendapatan jangka panjang". Menariknya, kesuksesan awal ini disebut tak lepas dari "daya tarik karakter utama, Diana", yang berhasil memikat hati para pemain.
Sang sutradara, Yonghee Cho, sebelumnya juga mengaku sangat ingin membuat sekuel. Namun ia menambahkan, keputusan akhir tidak ada di tangannya seorang diri sehingga ia belum bisa berkomentar lebih jauh.
NME dalam ulasan bintang lima mereka memuji Pragmata sebagai "petualangan sci-fi yang menyenangkan dan mendebarkan". Mekanik hacking dalam game ini dinilai menyegarkan genre penembak, sementara kisah AI jahat dan koneksi antarmanusia berhasil menyajikan horor sekaligus kehangatan.
Dengan waktu bermain sekitar 12 jam yang padat, Pragmata disebut sebagai paket premium dari Capcom. Kini para penggemar tinggal menunggu kepastian kapan sekuelnya akan mulai digarap, mengingat Capcom juga berencana merilis game Resident Evil baru setiap tahun.
Di sisi lain, kabar tentang Naughty Dog yang dikabarkan akan merilis game anyar tahun depan juga ikut memanaskan persaingan industri game. Namun sorotan tetap tertuju pada langkah Capcom yang mulai menggeser fokus ke IP baru di luar franchise mapan mereka.