Minat masyarakat di wilayah Madiun Raya terhadap instrumen investasi pasar modal kini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya, nilai transaksi pasar modal tercatat mencapai angka fantastis yakni Rp 14,142 triliun dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2026.
Data tersebut mencakup aktivitas investasi di delapan wilayah yang meliputi Kabupaten Bojonegoro, Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, hingga Kabupaten Trenggalek. Dari catatan tersebut, Kota Madiun muncul sebagai kontributor transaksi terbesar dengan nilai mencapai Rp 3,601 triliun.
Menyusul di posisi berikutnya, Kabupaten Ponorogo mencatatkan transaksi sebesar Rp 3,212 triliun dan Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 2,526 triliun. Secara akumulatif, jika dihitung rata-rata per bulan selama periode lima bulan pertama tahun 2026, nilai transaksi di Madiun Raya bahkan menembus angka lebih dari Rp 2,8 triliun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Wilayah BEI Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya, Mohammad Wira Adibrata, mengungkapkan bahwa potensi pasar modal di kawasan ini masih sangat besar dan terus berkembang. Menurut Wira, tingginya nilai transaksi ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat Madiun Raya mulai melek terhadap berbagai produk pasar modal.
"Melihat potensi di wilayah Madiun Raya ini sangat besar. Rata-rata transaksi di wilayah ini bisa tembus lebih dari Rp 1 triliun satu bulan," ujar Wira saat ditemui di Kota Madiun, Jumat (21/8/2026).
Meski nilai transaksi tergolong tinggi, pihak BEI mencatat bahwa jumlah partisipasi investor secara individu masih memiliki ruang untuk terus tumbuh. Saat ini, data BEI menunjukkan terdapat 167.524 investor saham dan 400.587 investor pasar modal yang terdaftar di delapan wilayah tersebut. Tren ini turut didorong oleh antusiasme generasi muda atau Gen Z yang mulai mendominasi minat investasi di pasar modal.