Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Kisah Tragis Investor di Balik...
EKONOMI

Kisah Tragis Investor di Balik Windfall Crypto Keluarga Trump

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 31 Juli 2026
Grafik saham ALT5 Sigma yang anjlok dari US$1 miliar ke US$60 juta setelah deal dengan Trump

Grafik saham ALT5 Sigma yang anjlok dari US$1 miliar ke US$60 juta setelah deal dengan Trump

Kesepakatan bisnis antara perusahaan kripto bermasalah dan platform crypto keluarga Donald Trump berakhir tragis bagi investor ritel. ALT5 Sigma Corp., perusahaan blockchain dengan kurang dari dua lusin karyawan, tiba-tiba melonjak nilainya dari US$100 juta menjadi US$1 miliar setelah menggandeng World Liberty Financial, platform yang didirikan oleh Presiden Trump, utusan Timur Tengah Steve Witkoff, dan putra-putra mereka.

Kesepakatan pada musim panas tahun lalu itu membuat keluarga Trump meraup lebih dari setengah miliar dolar, menjadi salah satu pemasukan terbesar dari bisnis kripto yang tercatat. Menurut laporan keuangan terbaru, presiden menghasilkan lebih dari US$1,4 miliar dari bisnis mata uang kripto sepanjang tahun lalu, dengan lebih dari US$550 juta berasal dari World Liberty Financial saja.

Namun kabar buruk datang dari investor ritel yang memburu saham ALT5 setelah pengumuman deal. Mereka yang membeli saham pada Agustus lalu kini kehilangan lebih dari 90% nilai investasi. Perusahaan yang kini berganti nama menjadi AI Financial Corp. itu bahkan terancam dikeluarkan dari bursa Nasdaq dengan valuasi saat ini kurang dari US$60 juta.

Sebagai bagian dari transaksi, ALT5 menggalang dana US$750 juta, mayoritas dari hedge fund besar seperti Point72 Asset Management dan ExodusPoint Capital Management, untuk membeli token World Liberty. Token yang dibeli seharga US$0,20 per keping kini hanya bernilai sekitar US$0,06, anjlok 80% sejak mulai diperdagangkan.

Donald Trump Jr. dan Eric Trump, dua putra tertua presiden, sempat merayakan kesepakatan tersebut dengan membunyikan bel pembukaan Nasdaq. Namun belakangan juru bicara kedua bersaudara itu menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam operasional ALT5. "Baik Eric maupun Don tidak memiliki keterlibatan dalam ALT5, juga tidak memiliki visibilitas terhadap perusahaan," demikian pernyataan resmi mereka.

ALT5 sendiri punya sejarah kelam sebelum bertemu dengan World Liberty. Perusahaan belum pernah mencetak laba sejak menjadi perusahaan publik melalui akuisisi oleh perusahaan perawatan opioid yang sebelumnya adalah daur ulang peralatan elektronik. Di Rwanda, otoritas setempat pada Mei 2025 menemukan salah satu eksekutifnya bersalah melakukan pencucian uang dan terancam hukuman tujuh tahun penjara.

Kekacauan justru semakin menjadi setelah deal dengan World Liberty. Dalam setahun terakhir, perusahaan berganti tiga auditor, mengganti CEO, dan kehilangan lebih dari US$300 juta pada tahun fiskal 2025. Sahamnya tak pernah diperdagangkan di atas US$1 sejak Mei lalu. Kini, AI Financial memiliki 6,9 miliar token WLFI yang akan menjadi dapat diperdagangkan pada 12 Agustus dan berpotensi semakin menekan harga jika dijual.

CEO AI Financial Tony Isaac bersikukuh perusahaan dalam posisi keuangan yang kuat. "Kami memiliki banyak kas yang tersedia untuk digunakan, dan token kami juga akan dibebaskan," ujarnya. Isaac juga menyatakan bahwa World Liberty Financial adalah mitra strategis yang berharga meskipun pemberitaan media kerap menyesatkan.

Vincent Deriu, akuntan publik bersertifikat di New York, termasuk investor yang masih bertahan. Ia membeli saham ALT5 senilai US$30.000 pada September lalu dan melihat 90% nilainya lenyap. Meski begitu, ia memilih bertahan. "Tidak ada gunanya menyerah sekarang," katanya. Baginya, afiliasi dengan keluarga Trump memberi "tingkat kredibilitas tertentu".

Kasus ini menjadi peringatan bagi investor ritel yang tergiur euforia keterlibatan tokoh publik dalam bisnis kripto. Di balik liputan gemerlap dan janji keuntungan, risiko kerugian besar tetap mengintai, terutama ketika fundamental bisnis dan rekam jejak perusahaan tidak secemerlang hubungan politik yang dipamerkan.

Topics
trump crypto world liberty financial alt5 sigma ai financial investor rugi kripto trump wlfi token skandal kripto bisnis keluarga trump peringatan investasi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.