Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Meta Gagal Capai Target Laba Q2,...
EKONOMI

Meta Gagal Capai Target Laba Q2, Saham Anjlok 8 Persen

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 30 Juli 2026
Grafik saham Meta Platforms yang anjlok setelah rilis laporan keuangan Q2 2026

Grafik saham Meta Platforms yang anjlok setelah rilis laporan keuangan Q2 2026

Meta Platforms Inc META melaporkan hasil keuangan kuartal kedua tahun 2026 setelah bel berbunyi di Wall Street pada Rabu waktu setempat. Sayangnya, raksasa media sosial itu gagal memenuhi target laba per saham yang ditetapkan para analis. Meski pendapatan masih melampaui ekspektasi, prospek pendapatan kuartal ketiga juga disebut kurang memuaskan sehingga memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham.

Berdasarkan data Bloomberg, Meta mencatat laba per saham EPS sebesar 6,18 dolar AS pada periode April-Juni 2026. Angka ini jauh di bawah konsensus analis yang memproyeksikan EPS mencapai 7,14 dolar AS. Sementara itu, pendapatan perusahaan tercatat 60,8 miliar dolar AS, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 60,2 miliar dolar AS. Namun kabar buruk datang dari outlook pendapatan kuartal III yang dipatok di kisaran 61-64 miliar dolar AS, sementara pasar mengharapkan titik tengah 63,1 miliar dolar AS.

Ada dua faktor utama yang menekan laba bersih Meta pada kuartal ini. Perusahaan harus mengeluarkan biaya kontinjensi hukum sebesar 2,4 miliar dolar AS dan biaya pesangon karyawan mencapai 1,2 miliar dolar AS. Jika dua pos pengeluaran luar biasa ini tidak dimasukkan, kinerja operasional Meta sebenarnya masih mampu melampaui ekspektasi pasar. Namun investor tetap merespons negatif karena angka aktual yang dilaporkan jauh dari target.

Pendapatan iklan yang menjadi tulang punggung bisnis Meta tercatat 59,3 miliar dolar AS, sedikit di atas proyeksi analis sebesar 59,07 miliar dolar AS. Sektor ini masih menunjukkan pertumbuhan meski persaingan dengan platform lain seperti TikTok dan YouTube semakin ketat. Namun kekhawatiran terbesar investor justru tertuju pada rencana belanja modal capital expenditure yang kembali direvisi ke atas.

Meta menaikkan batas bawah proyeksi belanja modal tahun 2026 menjadi 135-145 miliar dolar AS. Sebelumnya perusahaan mematok kisaran 125-145 miliar dolar AS. Lonjakan ini mencerminkan agresivitas Meta dalam membangun infrastruktur kecerdasan buatan AI dan pusat data. Sehari sebelumnya, Meta bersama BlackRock mengumumkan kerja sama membangun pusat data 1 gigawatt di Texas senilai 14 miliar dolar AS, dengan BlackRock menggenggam 80 persen saham dan Meta 20 persen sisanya.

Chief Executive Officer Mark Zuckerberg sebelumnya menyatakan perusahaan tengah menjajaki kemungkinan menyewakan kapasitas pusat data kepada pelanggan eksternal. Model ini mirip dengan langkah SpaceX yang menyewakan akses kapasitas AI kepada Anthropic dan Google. Meta juga bisa beroperasi seperti perusahaan neocloud CoreWeave dengan menyewakan perangkat keras secara langsung. Namun detail skema bisnis tersebut masih belum diumumkan secara resmi.

Di sisi lain, Meta baru saja meluncurkan model AI terbaru bernama Musk Spark 1.1 dengan skema harga yang sangat agresif. Perusahaan mematok tarif 1,25 dolar AS per satu juta input token dan 4,25 dolar AS per satu juta output token. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan pesaing utama seperti Anthropic yang mengenakan 5 dolar AS untuk input dan 25 dolar AS untuk output pada model Opus 4.8. Langkah ini dinilai sebagai strategi merebut pangsa pasar dari laboratorium AI besar dengan menarik pelanggan yang sensitif terhadap biaya.

Reaksi negatif pasar terlihat dari penurunan harga saham Meta yang langsung ambles hampir 8 persen dalam perdagangan setelah pengumuman. Investor tampak kecewa dengan kombinasi laba yang meleset, prospek pendapatan yang suram, dan lonjakan belanja modal yang terus membengkak. Meski demikian, beberapa analis menilai fundamental bisnis iklan dan potensi AI masih kuat dalam jangka panjang, namun sentimen jangka pendek tetap tertekan oleh ketidakpastian pengeluaran modal.

Topics
meta laba q2 saham meta mark zuckerberg pendapatan iklan belanja modal kecerdasan buatan pusat data hasil keuangan wall street
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.