Apple baru saja merilis laporan keuangan untuk kuartal ketiga yang menunjukkan performa melampaui ekspektasi para analis. Lonjakan penjualan lini iPhone menjadi motor utama yang mendongkrak perolehan laba serta pendapatan perusahaan teknologi raksasa asal Cupertino tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Meski mencatatkan angka yang positif, saham Apple justru mengalami koreksi di bursa perdagangan. Investor merespons secara hati-hati setelah mengetahui bahwa pendapatan dari sektor layanan serta pasar Greater China tercatat sedikit di bawah proyeksi yang diharapkan.
Berdasarkan laporan finansial tersebut, pendapatan keseluruhan perusahaan mencapai 109,4 miliar dolar AS dengan laba per saham sebesar 2,02 dolar AS. Angka ini berhasil mengalahkan estimasi konsensus Wall Street yang sebelumnya mematok pendapatan di angka 108,8 miliar dolar AS.
Kendati demikian, tantangan biaya memori dan penyimpanan global yang terimbas demam kecerdasan buatan turut menjadi sorotan. Lonjakan komponen tersebut memaksa perusahaan menyesuaikan harga sejumlah perangkat keras seperti Mac dan iPad demi menjaga margin keuntungan.
Momentum laporan keuangan ini juga menandai momen penting bagi jajaran pimpinan eksekutif Apple. Sesi paparan kinerja tersebut menjadi laporan terakhir bagi Tim Cook sebagaiChief Executive Officer sebelum tonggak kepemimpinan resmi dilimpahkan kepada John Ternus mulai 1 September mendatang.