Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Zainudin Maliki menilai program desa wisata yang dijalankan oleh pemerintah berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak utama perekonomian di tingkat perdesaan. Berbagai wilayah terbukti sukses meningkatkan taraf hidup masyarakatnya berkat pengelolaan destinasi wisata yang inovatif dan mandiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Beberapa contoh nyata keberhasilan tersebut dapat dilihat di Desa Ponggok di Klaten yang meraup pendapatan hingga Rp12 miliar dari usaha wisata air. Selain itu, Desa Kembangbelor di Mojokerto rutin membagikan dividen sekitar Rp4,5 miliar per tahun kepada warga, serta Desa Wisata Setigi di Gresik yang sukses menyulap area bekas tambang kapur menjadi destinasi menguntungkan.
Selain memberikan dampak positif secara finansial, pengembangan desa wisata juga terbukti efektif dalam menjaga kelestarian warisan budaya lokal. Contohnya terlihat pada pengelolaan wisata budaya di kawasan Suku Samin di Blora serta Suku Osing di Banyuwangi, di mana kebudayaan setempat tetap terjaga sekaligus mendatangkan pemasukan ekonomi.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menjadikan sektor ini sebagai pilar utama dalam mewujudkan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. "Kalau desa bangun, berarti Indonesia juga bangun. Karena itu slogan kami adalah Bangun Desa, Bangun Indonesia," ujar Zainudin menjelaskan visi besar pembangunan tersebut.
Untuk memastikan keberlanjutan program ini, pemerintah turut mendorong keterlibatan aktif dari kalangan perguruan tinggi dalam memberikan riset dan inovasi. Kehadiran akademisi diharapkan mampu memberikan pendampingan pemberdayaan agar desa wisata tidak hanya sukses secara komersial tetapi juga berkelanjutan.