Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Saham Apple Anjlok Hampir 10 Persen,...
INTERNASIONAL

Saham Apple Anjlok Hampir 10 Persen, Krisis Memori Hantui Pasar

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 1 Agustus 2026
Grafik pergerakan saham Apple dan logo perusahaan teknologi

Grafik pergerakan saham Apple dan logo perusahaan teknologi

Saham Apple mengalami penurunan tajam hingga mendekati 10 persen pada perdagangan akhir pekan lalu. Koreksi signifikan ini terjadi setelah Chief Executive Officer Apple, Tim Cook, secara terbuka memberikan peringatan serius mengenai dampak krisis memori global terhadap lini bisnis raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.

Peringatan tersebut disampaikan Cook dalam panggilan pendapatan kuartal ketiga perusahaan. Menurutnya, Apple harus merogoh kocek jauh lebih dalam untuk biaya komponen memori pada kuartal tersebut, dan lonjakan harga diprediksi bakal terus berlanjut pada periode berikutnya.

Meski perusahaan sempat berupaya meredam lonjakan harga lewat berbagai efisiensi, Cook mengakui bahwa mereka tidak mampu menanggung seluruh beban kenaikan biaya tersebut. "Kami menghadapi tantangan biaya yang signifikan terkait komponen memori dan kendala rantai pasok," ungkap Cook dalam laporan tersebut.

Kendala pasokan juga meluas pada ketersediaan prosesor, di mana permintaan untuk perangkat iPhone dan Mac tercatat jauh melampaui ekspektasi internal perusahaan. Keterbatasan fleksibilitas dalam rantai pasok membuat Apple kesulitan mengimbangi tingginya animo konsumen di pasaran.

Di balik tekanan biaya komponen, kinerja keuangan Apple sebenarnya masih melampaui estimasi para analis di Wall Street. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar 109,4 miliar dolar Amerika Serikat dengan laba per saham atau EPS mencapai 2,02 dolar Amerika Serikat.

Pendapatan dari lini penjualan iPhone juga mencatat angka yang mengesankan di kisaran 54,2 miliar dolar Amerika Serikat, mengalahkan proyeksi pasar. Namun, lini bisnis layanan dan pendapatan di kawasan Greater China justru tercatat sedikit di bawah ekspektasi para analis.

Situasi krisis memori ini memaksa Apple untuk menaikkan harga jual sejumlah produk andalannya seperti Mac dan iPad. Sementara itu, lini produk iPhone sejauh ini masih belum tersentuh kenaikan harga, meski spekulasi pasar menyebutkan penyesuaian tarif siap dilakukan saat peluncuran generasi iPhone terbaru pada musim gugur mendatang.

Analis dari Jefferies, Edison Lee, menilai lonjakan harga komponen ini berpotensi menekan marjin keuntungan kotor iPhone secara berkelanjutan ke depannya. "Kenaikan biaya memori akan terus berlanjut hingga paruh kedua tahun 2026 dan menggerus marjin kotor secara keseluruhan," tulis Lee dalam catatan investornya.

Di sisi lain, Brandon Nispel dari KeyBank Capital Markets melihat potensi kenaikan harga iPhone sebagai ancaman yang lebih besar bagi pertumbuhan jangka panjang Apple. "Ketika harga naik, pertumbuhan unit akan melambat, dan pada akhirnya berdampak pada perlambatan bisnis layanan," jelas Nispel.

Menghadapi berbagai tantangan besar ini, Apple baru saja memperkenalkan layanan Apple Upgrade guna membantu mempertahankan minat konsumen melalui skema penyewaan perangkat. Seluruh tantangan bisnis ini nantinya akan segera beralih ke tangan calon CEO baru, John Ternus, yang resmi menggantikan Tim Cook mulai 1 September mendatang.

Topics
apple tim cook saham apple krisis memori iphone teknologi wall street ekonomi global
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.