Komando Pusat AS atau CENTCOM secara tegas membantah klaim Iran yang menyatakan bahwa Tehran telah menutup Selat Hormuz. Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X pada Jumat (31/7), CENTCOM menyebut pernyataan tersebut adalah "tidak benar".
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Sekali lagi, pemerintah Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz. Ini tidak benar," demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip dari laporan Anadolu. Komando tersebut menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk lalu lintas kapal komersial dan Iran tidak menguasai jalur maritim vital itu.
Dalam pernyataan terpisah, CENTCOM juga menyoroti bahwa ribuan kapal telah melintasi perairan internasional tersebut dalam empat bulan terakhir. "Selat Hormuz tetap terbuka untuk transit kapal komersial. Iran tidak mengendalikannya," tegas pernyataan itu.
Penolakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran di kawasan Teluk. Sebelumnya pada Maret 2026, AS telah mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli yang membawa 3.500 personel ke wilayah tanggung jawab CENTCOM di Timur Tengah sebagai bentuk kehadiran militer di kawasan strategis tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Sekitar 20 persen minyak dunia melewati selat ini, menjadikannya titik rawan konflik internasional. Klaim penutupan oleh Iran kerap memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dan keamanan maritim.