Deputi Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg mengeluarkan memo tegas kepada perusahaan pertahanan untuk mempercepat jadwal pengiriman dan meningkatkan kapasitas produksi amunisi secara drastis dalam waktu tiga minggu. Berdasarkan pengamatan redaksi, langkah darurat ini diambil setelah konflik militer melawan Iran menguras sebagian besar persediaan strategis militer Amerika Serikat secara signifikan.
Berdasarkan laporan media, siklus pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun dinilai sudah tidak dapat diterima di tengah situasi konflik saat ini. Pihak Pentagon melalui juru bicara utama Sean Parnell membenarkan memo tersebut dan menyatakan bahwa kerja sama erat dengan industri pertahanan bertujuan untuk memperbaiki sistem pengadaan yang usang dan kompleks.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePersediaan rudal pertahanan AS dilaporkan mengalami penipisan drastis setelah menghadapi gelombang serangan drone berbiaya rendah dari Iran di berbagai kawasan Timur Tengah. Militer AS harus menghabiskan sebagian besar cadangan rudal interceptor Patriot dan sistem pertahanan THAAD untuk menghadang serangan udara tersebut dalam intensitas tinggi.
Situasi penipisan amunisi ini juga memicu ketegangan internal di tingkat tinggi pemerintahan setelah Presiden Donald Trump dikabarkan menegur Menteri Pertahanan Pete Hegseth di Camp David. Menanggapi tekanan tersebut, pemerintahan Trump mendorong Kongres agar segera mengesahkan anggaran tahun fiskal 2027 guna mendukung percepatan pasokan senjata pertahanan nasional.