Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan sistem kelistrikan di Pulau Sumatra akan segera mendapatkan suntikan daya baru yang signifikan. Pasokan listrik sebesar 510 megawatt (MW) dipastikan mengalir dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru untuk memperkuat keandalan jaringan nasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa listrik yang dihasilkan dari sumber energi baru terbarukan (EBT) ini nantinya akan terintegrasi langsung dengan sistem on grid. Integrasi tersebut dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan listrik secara menyeluruh di wilayah Sumatra.
Menurut Yuliot, langkah taktis ini diambil sebagai upaya antisipatif menghadapi kerentanan pasokan energi primer di wilayah tersebut. Kehadiran PLTA Batang Toru diharapkan mampu meminimalisir risiko gangguan kelistrikan sekaligus mencegah terulangnya pemadaman total atau blackout.
"Khususnya kita melihat kondisi energi di wilayah Sumatra ini kan cukup kritis, sehingga kita memerlukan antisipasi. Jadi nanti dengan adanya keterbatasan ketersediaan energi primer yang lain, ya justru ini kita sudah ada PLTA Batang Toru yang bisa on grid," ujar Yuliot usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek PLTA Batang Toru, Kamis (30/7/2026).