Persaingan pemilihan gubernur Texas kian memanas. Hasil survei terbaru dari Texas Public Opinion Research (TPOR) yang dirilis pada 28 Juli menunjukkan kandidat Demokrat, Gina Hinojosa, hanya terpaut 3 persen dari Gubernur petahana dari Partai Republik, Greg Abbott.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Survei yang dilakukan pada 15-17 Juli terhadap 1.048 pemilih potensial Texas ini memiliki margin of error sekitar 3,4 persen. Artinya, selisih 3 persen tersebut secara statistik berada di ambang batas, membuat persaingan ini semakin sulit diprediksi. Abbott tercatat meraih 45 persen, sementara Hinojosa mengantongi 42 persen, dan 10 persen pemilih masih belum menentukan pilihan.
Angka ini menunjukkan perbaikan signifikan bagi Hinojosa. Sebelumnya, berbagai lembaga survei mencatat Abbott unggul dengan selisih 7 persen. Survei New York Times pada akhir Juni menunjukkan Abbott memimpin 51 persen berbanding 44 persen, sementara survei Universitas Texas pada waktu yang sama mencatat keunggulan 47 persen berbanding 40 persen.
Tren semakin menyempit ini terlihat sejak musim semi. Survei TPOR Mei lalu mencatat Abbott unggul 46 persen berbanding 41 persen, dan hasil serupa juga muncul pada survei April lalu dengan selisih 5 hingga 6 persen. Kini, jarak keduanya hanya terpaut 3 poin persentase.
Jika dilihat lebih dalam, Hinojosa unggul di kalangan pemilih independen, moderat, serta pemilih kulit hitam dan Latin. Sementara Abbott masih mendominasi suara dari pemilih kulit putih dan mereka yang berpendidikan tinggi.
Menanggapi hasil ini, Hinojosa menyatakan bahwa rakyat Texas sudah siap untuk perubahan. "Rencana saya sederhana: menyelamatkan sekolah negeri, mengembalikan uang ke kantong rakyat, dan mengakhiri Pajak Korupsi Greg Abbott. Sementara Abbott masih sibuk mengisi kantong teman-teman miliardernya, saya berkeliling Texas mendengar langsung keinginan rakyat," tegas Hinojosa dalam pernyataan resminya.
Tak hanya kursi gubernur, bursa calon Jaksa Agung Texas juga menunjukkan persaingan sengit. Survei TPOR terbaru mencatat kandidat Republik Mayes Middleton hanya unggul 1 persen atas kandidat Demokrat Nathan Johnson, dengan angka 39 persen berbanding 38 persen. Sisanya, 18 persen pemilih masih galau menentukan pilihan.
Johnson menilai data ini menunjukkan bahwa warga Texas muak dengan politik lama. "Biaya hidup naik dan korupsi merajalela, sementara kebebasan pribadi semakin tergerus. Lawan saya hanya sibuk dengan noise perang budaya. Kali ini pemilih akan memilih pemimpin yang benar-benar bekerja untuk mereka, bukan sekadar alat politik," ujar Johnson kepada USA TODAY.