Suku Punjab atau Punjabi merupakan kelompok etnolinguistik Indo-Arya yang berasal dari wilayah Punjab, kawasan yang kini terbagi antara India barat laut dan Pakistan timur. Nama Punjab sendiri berasal dari bahasa Persia yang berarti "Tanah Lima Sungai", merujuk pada lima aliran sungai utama di kawasan tersebut yaitu Beas, Chenab, Jhelum, Ravi, dan Sutlej. Istilah ini mulai populer pada masa pemerintahan Kaisar Mughal Akbar pada akhir abad ke-16.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dengan populasi sekitar 112,8 juta jiwa di Pakistan berdasarkan sensus 2017 dan proyeksi 2024, suku Punjab mendominasi hampir 44,7 persen total penduduk negara tersebut. Sementara di India, penutur bahasa Punjabi mencapai sekitar 31,1 juta jiwa menurut sensus 2011. Keberadaan diaspora Punjab juga sangat signifikan di berbagai belahan dunia, termasuk Inggris Raya, Kanada, Amerika Serikat, serta negara-negara Timur Tengah seperti UAE dan Arab Saudi.
Keragaman agama menjadi ciri khas masyarakat Punjab, namun dengan komposisi yang sangat berbeda antara kedua sisi perbatasan. Di Pakistan, lebih dari 95 persen penduduk Punjab beragama Islam dengan minoritas Kristen dan Hindu yang sangat kecil. Sebaliknya, di negara bagian Punjab India, mayoritas penduduknya adalah Sikh (57,7 persen) dan Hindu (38,5 persen), dengan komunitas Muslim yang sangat minoritas.
Bahasa Punjabi menjadi perekat utama identitas komunitas ini, dengan dua sistem penulisan yang berbeda. Di Pakistan, bahasa Punjabi ditulis menggunakan aksara Shahmukhi yang berbasis Arab-Persia, sementara di India menggunakan aksara Gurmukhi yang dikembangkan oleh para Guru Sikh. Bahasa ini tergolong unik di antara rumpun bahasa Indo-Arya karena penggunaan nada (lexical tone) dalam pengucapannya.
Budaya Punjab sangat kaya dan beragam, dengan berbagai tradisi yang masih lestari hingga kini. Phulkari, sulaman khas dengan motif bunga dan geometris, menjadi elemen penting dalam pakaian tradisional wanita Punjab. Sementara itu, dastar atau sorban menjadi simbol identitas bagi komunitas Sikh yang mewakili nilai-nilai kesetaraan, kehormatan, dan spiritualitas. Pakaian salwar kameez juga menjadi ikon budaya yang dikenakan luas, tidak hanya di Punjab tetapi juga menjadi busana nasional Pakistan.
Dunia juga mengenal Punjab melalui tarian Bhangra yang awalnya merupakan tarian petani saat musim panen. Tarian yang dilakukan secara berkelompok ini kini telah mendunia dan menjadi bagian dari budaya populer. Selain itu, kisah-kisah legendaris seperti Heer Ranjha, Mirza Sahiban, dan Sohni Mahiwal menjadi warisan sastra lisan yang tak ternilai dari tanah Punjab.
Peristiwa penting dalam sejarah Punjab adalah partisi India pada 1947 yang memisahkan wilayah ini menjadi dua bagian. Peristiwa tersebut menyebabkan migrasi massal dan pertukaran populasi terbesar dalam sejarah, mengubah komposisi demografis secara drastis. Saat ini, baik Punjab Pakistan maupun Punjab India telah menjadi wilayah yang relatif homogen secara agama, namun tetap mempertahankan ikatan budaya dan bahasa yang kuat sebagai warisan bersama.