EHF Champions League merupakan kompetisi klub bola tangan pria paling bergengsi di Eropa yang digelar setiap tahun oleh Federasi Bola Tangan Eropa atau EHF. Turnamen ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara Eropa dengan level persaingan tertinggi di cabang olahraga tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Akses dan tahapan masuk tim ditentukan oleh peringkat koefisien EHF yang dirilis setiap tahun. Sembilan federasi nasional peringkat teratas berhak mengirimkan juara nasionalnya. Selain itu, juara bertahan EHF European League dari federasi terbaik mendapat satu tiket tambahan untuk runner-up domestiknya, sementara enam slot lainnya diberikan melalui wildcard berdasarkan kriteria seperti venue, siaran TV, dan hasil kompetisi EHF sebelumnya.
Sejak musim 2020-21, format kompetisi dibagi menjadi dua grup A dan B masing-masing diisi delapan tim. Setiap tim saling berhadapan kandang-tandang dalam 14 pekan. Dua tim teratas dari masing-masing grup lolos langsung ke perempat final, sementara peringkat ketiga hingga keenam harus melalui babak playoff terlebih dahulu. Dua tim terbawah di setiap grup tersingkir lebih cepat.
Babak playoff mempertemukan tim dengan pola A6 vs B3, B6 vs A3, A5 vs B4, dan B5 vs A4 dalam dua leg. Pemenang agregat melaju ke perempat final yang juga menggunakan sistem kandang-tandang, dengan keunggulan hak main di kandang pada leg kedua diberikan kepada tim berperingkat lebih tinggi. Empat pemenang perempat final akan bertarung di EHF FINAL4, yang digelar dalam satu akhir pekan di satu venue dengan semifinal Sabtu dan perebutan tempat ketiga serta final pada Minggu.
Rencana perubahan format ke depan akan melibatkan 24 tim yang dibagi ke enam grup berisi empat tim. Dua tim teratas dari setiap grup melaju ke babak utama yang terdiri dari dua grup berisi enam tim, sebelum akhirnya empat tim teratas dari masing-masing grup utama lolos ke perempat final.
Dalam hal identitas merek, EHF meluncurkan "Brand Sound" baru yang menggantikan lagu kebangsaan lama berjudul "Hymn of the Champions" karya Roman Kariolou yang dipakai hingga musim 2019-20. Sound baru terinspirasi dari gerakan tembakan melompat yang ikonik dalam bola tangan, dirancang sebagai elemen berulang di berbagai aplikasi audio-visual, dan pertama kali diperkenalkan di EHF Champions League.
Selain gengsi olahraga, kompetisi ini juga menawarkan imbalan finansial signifikan. Total dana hadiah untuk EHF FINAL4 mencapai 750.000 euro, dengan juara mendapat 300.000 euro, runner-up 225.000 euro, peringkat ketiga 150.000 euro, dan peringkat keempat 75.000 euro. Klub juga memperoleh pemasukan per pertandingan dan bonus poin sejak babak grup hingga perempat final.
Pada musim 2024-25, pendapatan total klub bervariasi. Füchse Berlin sebagai runner-up mengoleksi sekitar 540.000 euro, HBC Nantes peringkat ketiga meraih 455.000 euro, dan FC Barcelona setelah tersingkir di semifinal mendapatkan 379.000 euro. Juara 2025, SC Magdeburg, menerima 300.000 euro serta berpeluang mendapat tambahan hingga 300.000 euro jika tampil di IHF Super Globe di Arab Saudi.
Sepanjang sejarah, EHF Champions League telah mencatatkan berbagai rekor dan statistik menarik, termasuk jumlah gol dari para pemain di Final Four. Dominasi klub-klub Jerman dan Spanyol cukup terlihat, namun kejutan selalu mungkin terjadi di ajang yang kompetitif ini.