Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Mengenal Olahraga Kriket, Sejarah...
OLAHRAGA

Mengenal Olahraga Kriket, Sejarah Panjang dan Perkembangannya

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 1 Agustus 2026
Ilustrasi pertandingan kriket dengan pemukul dan wicket di lapangan hijau

Ilustrasi pertandingan kriket dengan pemukul dan wicket di lapangan hijau

Kriket adalah olahraga bat-dan-bola yang dimainkan oleh dua tim berisi sebelas pemain di sebuah lapangan. Di tengah lapangan terdapat pitch sepanjang 22 yard (20 meter) dengan wicket di setiap ujungnya, masing-masing terdiri dari tiga tiang kayu (stumps) dan dua palang kecil (bails) di atasnya.

Dua pemain dari tim pemukul, yaitu striker dan non-striker, berdiri di depan masing-masing wicket sambil memegang bat, sementara satu pemain dari tim penjaga, yaitu bowler, melempar bola ke arah wicket striker dari ujung pitch yang berlawanan. Tujuan striker adalah memukul bola yang dilempar dengan bat dan kemudian bertukar tempat dengan non-striker, dengan tim pemukul mencetak satu run untuk setiap pertukaran ini. Run juga dicetak ketika bola mencapai batas lapangan atau ketika bola dilempar secara ilegal.

Tim penjaga bertujuan mencegah run dengan mematikan pemukul (disebut "out"). Pemadaman dapat terjadi dalam berbagai cara, termasuk bowled (saat bola mengenai wicket striker dan menjatuhkan bails), dan dengan tim penjaga menangkap bola setelah dipukul tetapi sebelum menyentuh tanah, atau mengenai wicket dengan bola sebelum pemukul bisa melewati garis crease di depan wicket. Ketika sepuluh pemukul telah dimatikan, innings (fase permainan) berakhir dan kedua tim bertukar peran.

Bentuk kriket bervariasi dari pertandingan Test tradisional yang dimainkan selama lima hari hingga format Twenty20 (T20) yang lebih baru, di mana setiap tim memukul dalam satu innings dari 20 over (setiap "over" adalah 6 kesempatan sah bagi tim pemukul untuk mencetak skor) dan permainan umumnya berlangsung tiga hingga empat jam.

Secara tradisional, pemain kriket mengenakan kit serba putih, tetapi dalam kriket limited overs, mereka mengenakan warna klub atau tim. Selain kit dasar, beberapa pemain mengenakan perlengkapan pelindung untuk mencegah cedera yang disebabkan oleh bola, yang merupakan bola bulat keras terbuat dari kulit tekan dengan jahitan yang sedikit menonjol dan inti gabus yang dililit dengan benang.

Referensi pasti tertua tentang kriket berasal dari pengadilan di Guildford pada Januari 1597, di mana seorang koroner berusia 59 tahun bernama John Derrick bersaksi bahwa ia dan teman-temannya bermain "creckett" di sekolah. Berdasarkan usianya, permainan itu sudah dimainkan sekitar tahun 1550 oleh anak-anak di Surrey.

Nama "cricket" mungkin berasal dari kata Inggris Kuno "cryce" yang berarti tongkat, atau dari bahasa Belanda Tengah "krick" yang juga berarti tongkat. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa olahraga ini mungkin berasal dari wilayah Flemish.

Pada abad ke-17, kriket mulai dimainkan oleh orang dewasa dan pada tahun 1611 tercatat dua warga Sidlesham, Sussex, didenda karena bermain kriket pada hari Minggu Paskah. Pada abad ke-18, kriket berkembang menjadi olahraga nasional Inggris, didukung oleh patronase dan perjudian. Klub Hambledon didirikan pada 1760-an dan menjadi pusat permainan hingga terbentuknya Marylebone Cricket Club (MCC) pada 1787.

Perkembangan signifikan terjadi pada abad ke-19 dengan perubahan teknik bowling dari underarm ke roundarm lalu ke overarm, serta pembentukan klub-klub county seperti Sussex pada 1839 dan Kejuaraan County resmi pada 1890. W.G. Grace menjadi pemain paling terkenal di abad tersebut, memulai karirnya pada 1865.

Ekspansi Kerajaan Inggris membawa kriket ke seluruh dunia, termasuk Australia, Karibia, India, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Pertandingan internasional pertama terjadi antara Amerika Serikat dan Kanada pada 1844, sementara pertandingan Test pertama diakui secara retroaktif terjadi pada 1876-77 antara Inggris dan Australia di Melbourne Cricket Ground. Persaingan antara Inggris dan Australia melahirkan The Ashes pada 1882.

Era antar-perang didominasi oleh Don Bradman dari Australia, yang secara statistik dianggap sebagai pemukul Test terbaik sepanjang masa. Untuk mengekang dominasinya, Inggris menerapkan taktik bodyline pada seri Ashes 1932-33, yang memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Era baru dimulai pada 1963 ketika county Inggris memperkenalkan varian limited overs. Pertandingan Limited Overs International pertama dimainkan pada 1971, dan Piala Dunia Kriket pertama diselenggarakan pada 1975. T20 cricket, yang diperkenalkan pada awal abad ke-21, dengan cepat menjadi format populer dengan Piala Dunia T20 yang diadakan setiap dua tahun.

Kriket terus berkembang dengan bergabungnya Bangladesh (2000), Afghanistan, dan Irlandia (2017) sebagai negara Test. T20 cricket telah mendorong pertumbuhan penggemar kriket hingga melampaui satu miliar orang, dengan 90% di antaranya berada di Asia Selatan. Namun, serangan terorisme juga mempengaruhi kriket, seperti serangan Mumbai 2008 dan serangan terhadap tim Sri Lanka di Pakistan pada 2009.

Saat ini, International Cricket Council (ICC) berpusat di Dubai dan memiliki 105 negara anggota, dengan dua belas di antaranya berstatus anggota penuh yang dapat memainkan Test cricket. MCC di London tetap menjadi pemegang Laws of Cricket yang mengatur permainan ini secara global.

Topics
kriket cricket sejarah kriket icc olahraga test cricket t20 aturan kriket piala dunia kriket mcc
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.