Dunia sepak bola profesional kerap dianggap sebagai arena yang menuntut kebugaran fisik tingkat tinggi. Namun, di balik gemerlap stadion dan kecepatan pemain, terdapat kisah perjuangan sejumlah legenda lapangan hijau yang sempat bergulat dengan masalah kelebihan berat badan atau obesitas.
Menurut laporan yang disiarkan oleh Suara.com, fenomena berat badan pada pesepak bola tidak bisa dilihat secara hitam putih. Faktor medis, biologis, kondisi mental, hingga pengaruh gaya hidup sering kali menjadi variabel kompleks yang memengaruhi kondisi fisik seorang atlet.
Legenda Brasil, Ronaldo Nazario, menjadi contoh nyata bagaimana faktor kesehatan memengaruhi performa. Di penghujung kariernya, ia berjuang melawan hipotiroidisme, sebuah kondisi medis yang memperlambat metabolisme tubuh. Hal ini menegaskan bahwa kenaikan berat badan tidak melulu karena kurangnya disiplin pemain.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeCerita serupa juga datang dari ikon Argentina, Diego Maradona, yang berjuang dengan masalah berat badan setelah pensiun. Selain itu, ada pula nama-nama seperti Adriano Leite yang fisiknya sempat terdampak oleh kondisi mental pribadi, serta Ahmed Mido yang harus berjuang menjaga kebugaran seiring bertambahnya usia.
Di sisi lain, Adebayo Akinfenwa justru menjadikan tubuh besarnya sebagai senjata. Pemain asal Inggris ini memiliki bobot sekitar 102 kilogram yang didominasi oleh massa otot, menjadikannya kekuatan fisik yang unik di lapangan hijau.
Menanggapi isu ini, Associate Director Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, menegaskan bahwa obesitas bukanlah sekadar persoalan disiplin seseorang. "Obesitas merupakan penyakit kronis yang dipengaruhi faktor genetik, biologis, dan lingkungan," jelasnya sebagaimana dikutip dari laporan Suara.com.