Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan pada Selasa (28/7). AS mengklaim berhasil mencegat "serangan kejutan" Iran terhadap pasukannya, sementara beberapa jam kemudian, AS dan Arab Saudi melakukan serangan gabungan terhadap target terkait Iran di Irak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan Amerika dan Saudi melancarkan serangan bersama "terhadap teroris yang bersekutu dengan Iran" di Irak. Keterlibatan Saudi mengejutkan banyak pihak karena kerajaan tersebut selama ini cenderung menghindari tarikan penuh ke dalam konflik regional.
Di sisi lain, Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF), milisi Irak yang bersekutu dengan Iran, menyatakan sejumlah basis mereka di berbagai wilayah Irak menjadi sasaran serangan. Kelompok tersebut mengakui ada "sejumlah" korban jiwa dan luka-luka serta kerusakan pada beberapa bangunan.
PMF yang dibentuk pada 2014 untuk melawan ISIS kini menjadi bagian dari aparat keamanan resmi Irak. Namun Iran secara bertahap memanfaatkan organisasi payung yang didominasi kelompok paramiliter Syiah ini untuk memperluas pengaruhnya di negara tetangga tersebut.
Yordania juga melaporkan telah mencegat dan menjatuhkan lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Rabu dini hari. Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengaku telah meluncurkan rudal balistik ke target militer AS di Yordania, demikian dilaporkan media negara Iran, Press TV.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih. Netanyahu menyebut pertemuan dengan Trump sebagai "salah satu percakapan terbaik" yang pernah mereka lakukan, dengan koordinasi erat soal Iran dan isu keamanan lainnya.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menggambarkan kedua pertemuan tersebut sebagai "positif dan produktif". Para pemimpin kemudian bersama-sama menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham di Katedral Nasional.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengungkapkan telah menekankan perlunya menghindari "eskalasi yang tidak perlu" dalam pembicaraan dengan mitranya dari Iran Abbas Araghchi. Iran sendiri meningkatkan ancaman terhadap Kyiv setelah serangan Ukraina terhadap kapal Iran di Laut Kaspia.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim AS mencegah Israel menyerang infrastruktur energi Iran karena alasan ekonomi dan energi. Sementara itu, Iran kehilangan sekitar 230 juta meter kubik per hari kapasitas produksi gas alam sejak perang dimulai, menurut laporan IRNA.
Sumber di pemerintahan Trump mengonfirmasi bahwa pertemuan dengan Netanyahu membahas koordinasi keamanan dan berbagai peluang di Timur Tengah. Seorang pejabat Israel mengatakan kedua pemimpin juga membahas kerja sama AS-Israel dan stabilitas kawasan.